ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI (STUDI KASUS PT.SURYA AGENCY)

ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI
(STUDI KASUS PT.SURYA AGENCY)

EXECUTIVE SUMMARY
PT. Surya Agency merupakan sebuah perusahaan yang berdiri pada tahun 2002, pada awalnya perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa sales. Tiap bulan perusahaan ini merekrut tenaga kerja sales yang kemudian disalurkan di perusahaan – perusahaan yang telah menjadi partnernya.
Awal April 2004 perusahaan ini mengalami kebangkrutan akibat politik, sehingga perushaan ini di beli oleh chairman Agus Widodo, M.Kom dan bergerak dibidang industri rokok. Tanpa mengubah nama perusahaan sang pemilik melakukan pembongkaran terhadap kinierja, visi dan misi dan sekaligus mengupdate sistem tata kerja perusahaan yang lama ke sistem yang baru. Perusahaan ini memiliki 1420 karyawan di kantor utama dan memiliki cabang yang tersebar hamper di seluruh kota diIndonesia.
Perusahaan ini memiliki komitmen yang kuat terhadap pengembangan infrastruktur baik itu terkait dengan penggalangan investor, pengiriman barang, komplain konsumen, dan tata kerja dari cabang perusahaan ini. Sehingga perusahaan ini memiliki eksistensi dan loyalitas yang menakjubkan di mata investor dan konsumen. Salah satu visi dari perusahaan ini adalah Melayani dan memberikan kepuasan terhadap para inverstor dan konsumen, sehingga untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sebuah misi. Misi dari perusahaan ini adalah Teknologi informasi dan komunikasi adalah senjata ampuh untuk menarik investor asing dan memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap konsumen.
Untuk mewujudkan misi tersebut maka pada tubuh perusahaan ini terdapat struktur di bidang IT yang nantinya akan mewujudkan visi dan misi perusahaan tersebut.

LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam melakukan proses bisnisnya perusahaan ini menggunakan metode dan teknik pemasaran layaknya e-commerce.. Kepala bagian pemasaran melakukan koordinasi terhadap bawahannya dengan peralatan dan teknologi yang masih tergolong tradisional, sebagai contoh dalam pendistribusian barang. Sejatinya produk yang siap dikirim pada cabang-cabang sudah terkonsep dengan matang dan tanpa ada kekeliruan baik itu mengenai stok masing-masing cabang ataupun waktu pengiriman barang. Bisa dipastikan keterlambatan pengiriman barang dan stok barang yang diminta mengakibatkan kekecewaan cabang, terlebih konsumen dan mitra kerja. Begitupun yang terjadi pada cabang perusahaan itu sendiri, pengiriman barang terhadap konsumen tetap atau pada mitra sering terjadi kesalahan, pun dalam proses pencarian mitra baru. Pun pada laporan terhadap CEM yang selama ini tidak sama antara di cabang dan file yang diterima oleh CEM.
Dalam teknik pemasaran dalam negeri, perusahaan ini masih menggunakan layanan jasa iklan di media cetak dan elektronik yang secara pasti masih kurang, mengingat pengguna teknologi informasi dan komunikasi sudah banyak. Problem lain yang sering muncul pada perusahaan ini adalah laporan stok barang, konsumen tetap dan tidak tetap, dan kebutuhan stok barang diantara cabang-cabang.
Masalah lain yang muncul pada perusahaan ini adalah pada bagian Chief Information Marketing, padahal bagian ini merupakan roh dari perusahaan dalam mencari investor asing dan sekaligus teknik pemasaran luar negeri. Penyajian informasi yang hanya terfokus pada profile, visi, dan misi dari perushaan itu sendiri membuat para investor menjauh untuk menginvestasikan sahamnya.Pun juga pada teknik pemasaran yang jangkauannya kurang luas. Perananan teknologi informasi sangat dibutuhkan dalam perjalanan bisnis perusahaan ini, mengingat abad ini merupakan abad kejayaan IT – dilihat dari kebanyakan pengguna IT – sehingga sangat disayangkan jika sebuah perusahaan besar masih jauh dari sentuhan IT.

TUJUAN
Tujuan dari pembuatan ATI pada perusahaan PT. Surya Agency adalah :
1.Sistem jaringan yang terbangun akan mempercepat pelayanan terhadap konsumen.
2.Meminimalisir kesalahan ketika laporan laba/rugi.
3.Kemudahan mengakses data berupa data stok barang atau data konsumen.

Batasan Masalah
Merujuk pada rumusan masalah di atas, sepertinya tidak mungkin akan saya bahas semuanya dalam makalah ini. Sehingga pada makalah ini hanya terbatas pada proses bisnis di kantor cabang yang meliputi:
1.Sistem jaringan antar ruang dalam kantor cabang.
2.Aplikasi permintaan barang oleh costumer ke kantor cabang.
3.Aplikasi pendaftaran konsumen tetap & komplain melalui kantor cabang.
4.Aplikasi laporan konsumen dan penjualan barang.

SIM
SIM adalah suatu sistem formal tentang golongan, dan penyebaran informasi kepada orang – orang yang tepat dalam suatu organisasi. Sistem yang telah maju tidak hanya mengerjakan fungsi tata usaha akan tetapi juga memberikan bantuan pengambilan keputusan kepada manajemen. Meskipun jarang terjadi, sistem terprogramkan mampu memonitor dan mengarahkan operasi – operasi tertentu tanpa bantuan manusia.
Data SIM terdiri atas data masukan, data operasi, data keluaran, dan sebuah pengaturan umpan balik. Data ini dikirimkan dan diolah oleh suatu unit pengolahan pusat (CPU) di dalam komputer. Arus informasi merupakan catatan secara terus menerus tentang jumlah satuan informasi yang banyak sekali. Agar menjadi efektif, maka SIM harus mendapat data sedekat – dekatnya dengan titik asalnya dan kemudian menyalurkannya ke tempat – tempat pengolah informasi di mana data itu akan digunakan.

VI.1 ORGANISASI
Visi dan Misi Organisasi
Visi organisasi :
Melayani dan memberikan kepuasan terhadap para investor dan konsumen
Misi perusahaan :
Teknologi informasi dan komunikasi adalah senjata ampuh untuk menarik investor asing dan memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap konsumen.

Strategi Organisasi
Dalam melakukan proses bisnisnya perusahaan ini menggunakan metode dan teknik pemasaran layaknya e-commerce.
Struktur Organisasi

Proses bisnis secara kesulurhan terbagi atas 4 kriteria, meliupti :
1. Membentuk Chief Executive Marketing Officer yang bertugas atas CEM dan CIM.
2. CEM (Chief Executive Marketing) bertugas sebagai kepala bagian pemasaran dalam negeri dan pengiriman barang kepada cabang – cabang perusahaan sekaligus manager marketing dari cabang perusahaan.
3. CIM (Chief Information Marketing) betugas sebagai kepala informasi pemasaran luar negeri sekaligus mencari investor asing.
4. Cabang dari perusahaan selanjutnya bertanggung jawab atas distribusi kepada konsumen dan patner / mitra.

Fungsi Manajemen
1.Estimasi dan efisiensi waktu.
2.Konsumen akan puas dan nyaman ketika mengakses data.
3.Stok barang terorganisir dan bisa di cek tiap saat.
2. CRITICAL SUKSES FAKTOR SIM
Pada prakteknya 60% perusahaan ini masih menggunakan metode yang tradisional dan sisanya adalah modern.
3. KOMPONEN SIM
1. Manajemen
Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuna ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.
2. Teknologi Informasi (hardware dan software)
Teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim ke penerima sehingga lebih cepat, lebih luas sebarannya, lebih lama penyimpanannya.
o Informasi
o Sumber Daya Manusia (brainware)
Sedangkan komponen dari sistem informasi adalah :
a. Hardware
Terdiri dari komputer, periferal (printer) dan jaringan.
b. Software
Merupakan kumpulan dari perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan
tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu.
Software dapat digolongkan menjadi Sistem Operasi (Windows 95 dan NT),
Aplikasi (Akuntansi), Utilitas (Anti Virus, Speed Disk), serta Bahasa
(3 GL dan 4 GL).
c. Data
Merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut
untuk menghasilkan informasi.
d. Prosedur
Dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi)
dan teknis.
e. Manusia
Yang terlibat dalam komponen manusia seperti operator, pemimpin sistem
informasi dan sebagainya. Oleh sebab itu perlu suatu rincian tugas yang
jelas.

ENTERPRISE ANALYSIS
Informasi Dan Tingkat Manajemen

Berdasarkan tingkatan manajemen, informasi dapat dikelompokkan berdasar
penggunanya, yaitu :
a. Informasi Strategis
Digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang, mencakup informasi
eksternal (tindakan pesaing, langganan), rencana perluasan perusahaan
dan sebagainya.
b. Informasi Taktis
Digunakan untuk mengambil keputusan jangka menengah, mencakup informasi
trend penjualan yang dapat dipakai untuk menyusun rencana-rencana
penjualan.
c. Informasi Teknis
Digunakan untuk keperluan operasional sehari-hari, informasi persedian
stock, retur penjualan dan laporan kas harian.

Level Manajemen Dan Kebutuhan Informasi
Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.
Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara – cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang – kadang diluar organisasi. Aspek – aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing. KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas – tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
Decision Support Systems (DSS)
DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap – tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin – mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan – pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge – based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge – base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.
Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer – Support Collaborative Work Systems (CSCW)
Bila kelompok, perlu bekerja bersama – sama untuk membuat keputusan semi – terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama – sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang – kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.
Executive Support Systems (ESS)
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik – grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.
ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI
Proses Arsitektur
Proses arsitektur atau target arsitektur merupakan proses aliran arus informasi yang terdapat dalam cabang perusahaan PT. Surya Agency.
Pada proses di atas digambarkan bahwa dalam sebuah cabang dari perusahaan ini hanya memiliki 1 buah server yang terhubung dalam jaringan LAN dengan PC Konsumen, Mitra, Manager, Sales, Operator dan Accounting (auditor). Sedangkan server terhubung dengan database karyawan dan konsumen, dimana data terseut terhubung ke internet dan bisa diakses oleh kantor pusat.
Arsitektur Informasi
Informasi arsitektur merupakan kebutuhan data yang diperlukan untuk menunjang proses bisnis. Dalam hal ini arsitektur informasi yang diperlukan dalam arus informasi di cabang perusahaan PT. Surya Agency sebagaimana gambar di bawah ini.
Pada arsitektur informasi di atas tampak bahwa konsumen, mitra bisnis, sales, operator dan accounting terhubung dalam jaringan LAN. Konsumen dan parter hanya melakukan transaksi melalui form transaksi, sedangkan sales mengecek dan mengantar barang dan sekaligus mencari peluang untuk pemasaran barang. Operator melakukan pengecekan terhadap arus informasi dan sekaligus berperan dan bertanggung jawab atas stok barang. Sementara accounting mengedit dan mengevaluasi stok barang berikut penjualan yang selanjutnya di laporkan pada pusat peruahaan.
Sistem Arsitektur Informasi
Sistem arsitektur informasi merupakan gambaran kebutuhan data kompleks yang diperlukan dalam arsitektur informasi. Dalam hal ini informasi yang dibahas adalah alur atau hubungan data konsumen, patner, sales, produk, dan transaksi penjualan barang. Jikadigambarkan dalam bentuk DFD alan tampak seperti di bawah ini :
Dan untuk lebih jelasnya sistem arsitektur informasi terlihat seperti di bawah ini :
Data Arsitektur
Data Arsitektur merupakan sistem manajemen data (database) dan merupakan material dasar dalam penciptaan informasi. Data Arsitektur pada Cabang PT. Surya Agency adalah sebagai berikut :
1. Tabel Konsumen
2. Tabel Partner
3. Tabel Sales
4. Tabel Produk
5. Tabel Registrasi
6. IMPLEMENTASI
1. Implementasi Organisasi IT
Implementasi IT dalam kegiatan organisasi bertujuan untuk memberikan dampak yang positif dan signifikan. Pemanfaatan IT untuk mendukung kegiatan operasional suatu organisasi baik dalam skala kecil maupun besar, juga mengalami perubahan. Jika awalnya cenderung ke masalah citra organisasi, maka saat ini IT menjadi kebutuhan mendasar dalam menghadapi era global dan Good Governance.
Manajemen implementasi sim
Manfaat sistem informasi manajemen tidak sepenuhnya didapatkan, untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan yang diinginkan tentu saja top manajemen harus menjadikan sistem ini sebagai sesuatu keharusan yang memang harus dilakukan dalam melakukan aktifitas pekerjaan. Penerapan sistem informasi yang tidak konsisten akan membuat sistem ini tidak dapat memberikan informasi secara tepat aktifitas yang telah dilakukan dalam perusahaan, proses laporan pengusahaan yang tidak lengkap, proses pendokumentasian yang tidak benar dan pada giliranya adalah proses penggunaan keuangan perusahaan yang tidak terkontrol sehingga pengambilan keputusan yang tepat dan cepat tidak akan bisa dilakukan oleh para manajemen dalam perusahaan tersebut. Untuk menjaga kansistensi penerapan sistem informasi manajemen ini sangat diperlukan sekali aturan yang jelas atau standing operating prosedure yang telah dibakukan serta komitmen manajemen yang tegas dan nyata . Standing opearting prosedure akan mempermudah dalam penerapan sistem ini, semua karyawan tidak akan merasa kesesahan dalam mengakses sistem serta mempergunakannya, dengan kemudahan-kemudahan ini akan memberikan semangat dan daya tarik yang kuat bagi karyawan. Komitmen manajemen akan memberikan rambu-rambu yang jelas bagi karyawan untuk menerapkan sistem ini, tentu saja manajemen harus memberikan re-ward dan punishmen yang jelas bagi karyawan dalam penerapan sistem informasi manajemen ini.

MAINTENANCE
Maintenance Managament, adalah suatu manajemen pemeliharaan suatu power Plant, yang terdiri dari beberapa program sebagai berikut:
1. Basic Program :
1.a. Fault Notification
1.b. Orders
1.c. Work Plans
2 Periodic maintenance:
2.a. Recurrent maintenance
2.b. Recurrent tests
3. Budget and maintenance costs:
3.a budget and cost control
3.b. Progress Reports
4 Human Resource Capacity:
4.a. Capacity Planning
5. Occupational safety:
5.a. Equipment Isolation (Tag Out)
5.b. safety precautions

ANALISIS
SIM belum dimanfaatkan secara optimal oleh PT.Surya Agency karena keterbatasan data dan SDM.
Kendala :
Dalam teknik pemasaran dalam negeri, perusahaan ini masih menggunakan layanan jasa iklan di media cetak dan elektronik yang secara pasti masih kurang, mengingat pengguna teknologi informasi dan komunikasi sudah banyak. Problem lain yang sering muncul pada perusahaan ini adalah laporan stok barang, konsumen tetap dan tidak tetap, dan kebutuhan stok barang diantara cabang-cabang.
Masalah lain yang muncul pada perusahaan ini adalah pada bagian Chief Information Marketing, padahal bagian ini merupakan roh dari perusahaan dalam mencari investor asing dan sekaligus teknik pemasaran luar negeri. Penyajian informasi yang hanya terfokus pada profile, visi, dan misi dari perushaan itu sendiri membuat para investor menjauh untuk menginvestasikan sahamnya. Pun juga pada teknik pemasaran yang jangkauannya kurang luas
Kebutuhan Pengembangan :
Perananan teknologi informasi sangat dibutuhkan dalam perjalanan bisnis perusahaan ini, mengingat abad ini merupakan abad kejayaan IT – dilihat dari kebanyakan pengguna IT – sehingga sangat disayangkan jika sebuah perusahaan besar masih jauh dari sentuhan IT.

PENUTUP

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi tidak akan pernah berhenti dan akan terus berjalan sesuai dengan putaran waktu. Sistem yang saat ini masih baru lambat laun akan menjadi sistem lama dan akan diganti dengan sistem yang baru. Oleh karena itu sebuah sistem selayaknya memiliki opsi agar mudah di generate dari sistem lama ke sistem yang baru. Dan pada ATI yang akan dibangun pada PT. Surya Agency migrasi dan update terletak pada sistem database dan kemungkinan penambahan fitur baru pada aplikasi. Dengan demikian data lama tidak hilang dan bisa diakses walaupun sistem sudah bermigrasi ke dalam sistem yang baru.

DAFTAR PUSTAKA: http://www.indowebster.com/ATI_DiDi_Cyber.html http://www.ccitonline.com/main/tiki-read_article_displ.php?articleId=11 http://repository.gunadarma.ac.id:8000/strategi_implementasi_ISIT_untuk_tata_kelola_organisasi_133.pdf

Add a comment Juni 8, 2009

Tanggapan tentang UU-ITE

Menurut saya masyarakat kurang begitu paham tentang UU-ITE jadi para pengguna internet,bloger,dll belum sepenuhnya tahu tentang pasal-pasal apa saja yang terkandung dalam UU-ITE sehingga tidak tahu hal-hal apa saja yang menjadi larangan.Seperti pada kasus prita mungkin beliau tidak tahu bahwa apa yang dia lakukan ternyata dapat mencemarkan nama baik atau pun suatu instansi rumah sakit.Mungkin dia hanya ingin menuangkan pendapat atau pun uneg-unegnya saja lewat email tapi ternyata hal tersebut termasuk hal-hal yang dilarang dalam UU-ITE.Ini hanya merupakan pendapat saya saja lho…hehehehe…
Dan tilisan-tulisan yang saya terbitkan dalam blog saya ini banyak juga yang saya ambil dari blog-blog lain yang mungkin saya lupa untuk mencantumkan alamat sumbernya.Bagi mereka yang tulisannya telah membantu saya dalam pengerjaan tugas SIM ini saya ucapkan banyak terima kasih……

Add a comment Juni 6, 2009

SISTEM KOMPUTER

Sebuah sistem komputer tersusun atas 3 (tiga) elemen, yaitu:
a. Hardware (Perangkat Keras), merupakan rangkaian elektronika
Perangkat keras komputer secara garis besar terdiri atas tiga komponen
utama, yaitu
1. Processor, merupakan bagian dari perangkat keras komputer yang melakukan pemprosesan aritmatika dan logika serta pengendalian operasi komputer secara keseluruhan. Prosesor terdiri atas dua bagian utama, yaitu ALU (Arithmetic Logic Unit) dan Control Unit.Control Unit (CU), merupakan komponen utama prosesor yang mengontrol semua perangkat yang terpasang pada komputer, mulai dari input device sampai output device. Arithmetic Logic Unit (ALU), merupakan bagian dari prosesor yang khusus mengolah data aritmatika (menambah, mengurang dll) serta data logika (perbandingan). Kecepatan kerja prosesor biasanya ditentukan oleh kecepatan clock dari Control Unit-nya.
2. Memory, berdasarkan fungsinya dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Primary Memory, dipergunakan untuk menyimpan data dan instruksi dari program yang sedang dijalankan. Biasa juga disebut sebagai RAM.
Karakteristik dari memori primer adalah:
– Volatil (informasi ada selama komputer bekerja. Ketika komputer dipadamkan, informasi yang disimpannya juga hilang)
– Kecepatan tinggi
– Akses random (acak)
b. Secondary Memory, dipergunakan untuk menyimpan data atau program biner secara permanen.
Karakteristik dari memori sekunder adalah:
– Non volatil atau persisten
– Kecepatan relatif rendah (dibandingkan memori primer)
– Akses random atau sekuensial
Contoh memori sekunder : floppy, harddisk, CD ROM, magnetic tape, optical disk, dll. Dari seluruh contoh tersebut, yang memiliki mekanisme akses sekuensial adalah magnetic tape.
3. Input-Output Device, merupakan bagian yang berfungsi sebagai penghubung antara komputer dengan lingkungan di luarnya. Dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu
a. Input Device (Piranti Masukan), berfungsi sebagai media komputer untuk menerima masukan dari luar. Beberapa contoh piranti masukan :
– Keyboard
– Mouse
– Touch screen
– Scanner
– Camera
– Modem
– Network card, dll.
b. Output Device (Piranti Keluaran), berfungsi sebagai media komputer untuk memberikan keluaran. Beberapa contoh piranti keluaran:
– Monitor
– Printer
– Speaker
– Plotter
– Modem
– Network card, dll.

b. Software (Perangkat Lunak), merupakan program yang dijalankan pada komputer
Perangkat lunak dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Sistem Operasi, merupakan perangkat lunak yang mengoperasikan komputer serta menyediakan antarmuka dengan perangkat lunak lain atau dengan pengguna. Contoh sistem operasi: MS DOS, MS Windows (dengan berbagai generasi), Macintosh, OS/2, UNIX (dengan berbagai versi), LINUX (dengan berbagai distribusi), NetWare, dll.
2. Program Utilities, merupakan program khusus yang berfungsi sebagai perangkat pemeliharaan komputer, seperti anti virus, partisi hardisk, manajemen hardisk, dll. Contoh produk program utilitas: Norton Utilities, Partition Magic, McAfee, dll.
3. Program Aplikasi, merupakan program yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. Contoh: aplikasi akuntansi, aplikasi perbankan, aplikasi manufaktur, dll.
4. Program Paket, merupakan program yang dikembangkan untuk kebutuhan umum, seperti :
– Pengolah kata / editor naskah: Wordstar, MS Word, Word Perfect, AmiPro, dll
– Pengolah angka / lembar kerja: Lotus123, MS Excell, QuattroPro, dll
– Presentasi: MS PowerPoint, dll
– Desain grafis: CorelDraw, PhotoShop, dll
5. Penerjemah Bahasa Pemrograman, merupakan perangkat lunak untuk pembuatan atau pengembangan perangkat lunak lain. Contoh bahasa tingkat tinggi: Pascal, BASIC, Prolog, Java dll. Contoh bahasa tingkat menengah : bahasa C. Seperti perangkat lunak lain, bahasa pemprograman juga memiliki pertumbuhan generasi.
c. Brainware (SDM)
Terdapat berbagai peran yang dapat dilakukan manusia dalam bagian sistem komputer. Beberapa peran di antaranya adalah:
1. Analis Sistem
2. Programmer
3. Operator,
4. Teknisi,

Pemrosesan data :
Semua data dan program yang akan diproses oleh komputer, pertama kali dimasukkan ke dalam memory komputer melalui peralatan masukan ( Input Devices ). Unit kontrok ( Control Unit ) akan menterjemahkan program yang ada di memory dan digunakan untuk mengontrol atau mengkoordinasikan operasi dari semua komponen komputer. Data dalam memory dimanipulasi dengan menggunakan Arithmetic Logic Unit (ALU), dan hasilnya disimpan kembali ke dalam media penyimpanan dengan menggunakan peralatan keluaran ( Output Devices ).
2. Beberapa teknologi input data :
a. magnetic card adalah sebuah kartu yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan data pada sebuah magnetic stripe yang berada di bagian belakangnya. Magnetic stripe bisa dibaca berdasarkan kontak antara sebuah head baca yang berada di dalam Card reader, dan biasanya industri perbankan menggunakan kartu magnetic stripe sebagai kartu ATM atau kartu kredit.
Magnetic encoder adalah alat untukmengecode/memasukkan data ke magnetic stripe yang ada pada Id Card, Kartu ATM, kartu kreditKartu Parkir, Bank Pass Book, Tiket dll.
b. kode batang (atau barcode) adalah suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin. Sebenarnya, kode batang ini mengumpulkan data dalam lebar (garis) dan spasi garis paralel dan dapat disebut sebagai kode batang atau simbologi linear atau 1D (1 dimensi). Tetapi juga memiliki bentuk persegi, titik, heksagon dan bentuk geometri lainnya di dalam gambar yang disebut kode matriks atau simbologi 2D (2 dimensi). Selain tak ada garis, sistem 2D sering juga disebut sebagai kode batang.
Penggunaan awal kode batang adalah untuk mengotomatiskan sistem pemeriksaan di swalayan, tugas dimana mereka semua menjadi universal saat ini. Penggunaannya telah menyebar ke berbagai kegunaan lain juga, tugas yang secara umum disebut sebagai Auto ID Data Capture (AIDC). Sistem terbaru, seperti RFID, berusaha sejajar di pasaran AIDS, tapi kesederhanaan, universalitas dan harga rendah kode batang telah membatasi peran sistem-sistem baru ini.
Kode batang dapat dibaca oleh pemindai optik yang disebut pembaca kode batang atau dipindai dari sebuah gambar oleh perangkat lunak khusus. Di Jepang, kebanyakan telepon genggam memiliki perangkat lunak pemindai untuk kode 2D, dan perangkat sejenis tersedia melalui platform smartphone.
c. Kartu pintar (Inggris smart card) adalah sebuah kartu yang telah dipendam sirkuit terpadu. Meskipun banyak kegunaannnya, namun ada dua pembagian dasar dari kartu ini, yaitu kartu memori dan kartu dengan mikroprosesor. Smart card dapat dianalogikan sebagai “credit card” yang memiliki “kecerdasan” didalamnya dalam bentuk chip komputer. Chip kecil tersebut dapat deprogram untuk menangani fungsi-fungsi btertentu maupun untuk menyimpan informasi.

Smart card digunakan karena
menguntungkan dalam hal :
• Kehandalan dibandingkan dengan magnetic card
• Kemampuan menyimpan informasi ratusan kali lebih banyak dibandingkan dengan magnetic card
• Lebih sulit untuk dipalsukan dibandingkan dengan Magnetic Card
• Dapat dijual atas digunakan kembali
• Dapat dimanfaatkan dalam berbagai fungsi di berbagai aplikasi industri
• Kompatibel dengan peralatan-peralatan elektronik seperti handphone, personal digital assistant
(PDA), dan PC
• Perkembangannya relatif lambat

Di seluruh dunia, terdapat lima buah aplikasi smart card yang paling banyak digunakan saat ini yaitu :
1. public telephony—prepaid phone memory card menggunakan contact technology
2. mobile telephony—mobile phone terminal yang menampilkan indentitas subscriber dan directory service
3. Perbankan—debit/credit payment card dan electronic purse
4. loyalty—Penyimpanan loyalty point dalam industri retail dan gas
5. pay-TV—access key ke layanan siaran TV melalui digital set-top box
Contoh kegunaan kartu ini yang paling banyak adalah untuk sistem pembayaran elektronik, ATM, dan dalam kartu SIM.
d. RFID (bahasa Inggris: Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID terdiri atas mikrochip silikon dan antena. Label yang pasif tidak membutuhkan sumber tenaga, sedangkan label yang aktif membutuhkan sumber tenaga untuk dapat berfungsi.
Rencana bisnis pertama yang diajukan kepada para investor di tahun 1969 menampilkan penggunaan teknologi ini di bidang transportasi (identifikasi kendaraan otomotif, sistem pembayaran tol otomatis, plat nomor elektronik, manifest [daftar barang] elektronik, pendata rute kendaraan, pengawas kelaikan kendaraan), bidang perbankan (buku cek elektronik, kartu kredit elektronik), bidang keamanan (tanda pengenal pegawai, pintu gerbang otomatis, pengawas akses) dan bidang kesehatan (identifikasi dan sejarah medis pasien).
3. Sistem Operasi,
terdiri dari sekumpulan program untuk suatu resources (memori). Sistem Operasi sering ditujukan kepada semua software yang masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi software terinstall. Dalam Ilmu komputer, sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.
Sistem operasi juga sering disebut resource allocator. Satu lagi fungsi penting sistem operasi ialah sebagai program pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.
Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat-keras, program aplikasi, sistem operasi, dan pengguna. Pada suatu sistem komputer, sistem operasi begfungsi untuk mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras yang digunakan dalam berbagai program aplikasi dan beberapa pengguna.
Sistem operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam suatu negara, artinya sistem operasi membuat kondisi komputer agar dapat menjalankan program komputer secara benar. Untuk menghindari konflik yang terjadi pada saat pengguna menggunakan sumberdaya yang sama, sistem operasi mengatur pengguna mana yang dapat mengakses suatu sumberdaya.

Sistem Operasi di Tinjau dari Resource Manager.
1. Processor Management (Pengelolaan Prosesor)
2. Memory Management (Pengelolaan Memori)
3. Device Management (Pengelolaan Device)
4. Information Management (Pengelolaan Informasi)

Pelayanan Sistem Operasi.
1. Program Execution (program pelaksana)
Untuk memungkinkan proses loading (pemasukan program dan data) ke dalam memori dan dijalankan (Running), sehingga programmer cukup mudah untuk menjalankan.
2. Input – Output Operation
Digunakan untuk menjalankan program dengan bantuan I/O Device, seperti:
– Request Device ( pemintaan peralatan)
– Release Device ( Mengeluarkan peralatan)
– Read (Baca)
– Write (Tulis)
3. Manipulasi System File
Untuk memudahkan programmer, pemakai/user untuk bekerja, seperti;
– Create – Delete
– Open – Close
– Up-date
4. Error Detection (deteksi kesalahan)
Untuk pelacakan, mencari kesalahan terdapat terjadi di dalam Prosesor atau Memori
5. Allocation Resource (Alokasi memori)
Digunakan pd saat terdapat banyak program/Job yang hrs diselesaikan pd saat yang bersamaan, shg diperlukan adanya alokasi/penjatahan resource untuk setiap program/job tersebut.
6. Protection( perlindungan)
Untuk perlindungan data/informasi, yg terdapat dlm memori agar masing2 tdk saling mempengaruhi program dan data, walaupun berlainan.
Sebagai contoh, yang dimaksud sistem operasi itu antara lain adalah Windows, Linux, Free BSD, Solaris, palm, dan sebagainya.

4. Database dan DataBase Management Systems (DBMS)
Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
Sstem manajemen basis data (database management system, DBMS) adalah Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data
Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level):
• DB2
• Microsoft SQL Server
• Oracle
• Sybase
• Interbase
• XBase
• Firebird
• MySQL
• Microsoft Access

Add a comment Juni 6, 2009

DEFINISI SIM

1. (Abdul Kadir 2002), mendefinisikan sistem informasi manajemen (SIM) adalah sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
2.sistem Informasi Manajemen yaitu: “serangkaian sub-sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi yang secara rasional mampu menstransformasikan data sehingga menjadi informasi dengan berbagai cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer”.
3. Sistem Informasi Manajemen => jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi) dengan maksud memberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstern) kepada manajemen, sebagai dasar pengambilan keputusan.

4. Sistem Informasi Manajemen meliputi semua subsistem di dalam dan di luar organisasi. Kita dapat memperoleh data melalui telekomunikasi, hubungan seseorang dengan yang lain, mempelajari dan menganalisis sistem melalui data dan pemrosesan data.
5. Sistem Informasi Manajemen adalah metode yang dapat menghasilkan informasi yang tepat waktu untuk manajemen mengenai lingkungan ekstern dan pelaksanaan intern sehingga dapat menunjang keberhasilan keputusan, dengan kata lain Sistem Informasi Manajemen harus menyediakan segala informasi bagi manajer.
6. Sim sebagai sekumpulan subsistem yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan bekerja sama antara bagian satu dengan yang lainnya dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan (input) berupa data, kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik pada saat itu maupun dimasa mendatang, mendukung kegiatan operasional, manajerial, dan strategis organisasi, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada guna mencapai tujuaN.
7. Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
8. Sistem Informasi Manajemen merupakan kumpulan dari sub-sub sistem yang saling berhubungan satu sama lain dan berkerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informsi yang diperlukan oleh manajemen dalam proses pengambilan keputusan saat melaksanakan fungsinya.
9. Raymond McLeod Jr (1996:54) mengemukakan bahwa SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan serupa. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan untuk membuat keputusan dalam memecahkan masalah.
10. SIM adalah pendekatan yang terorganisir dan terencana untuk memberikan eksekutif bantuan informasi yang teat yang memberikan kemudahan bagi proses manajemen.
KOMPONEN SISTEM MANAJEMEN
1. Komponen Sistem Informasi Manajemen
Secara umum komponen Sistem Informasi Manajemen terdiri dari:
a. Perangkat Keras, terdiri dari komputer, periferal (printer) dan jaringan.
b. Perangkat Lunak, merupakan kumpulan dari perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu. Software dapat digolongkan menjadi Sistem Operasi (Windows 95 dan NT), Aplikasi (Akuntansi), Utilitas (Anti Virus, Speed Disk), serta Bahasa (3 GL dan 4 GL).
c. Data, merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi.
d. Prosedur, dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi) dan teknis.
e. Manusia, komponen ini adalah subyek sistem, yang terlibat dalam komponen manusia seperti operator, pemimpin sistem informasi dan sebagainya. Oleh sebab itu, perlu suatu rincian tugas yang jelas.
Sebagai tinjauan lebih detail, Sistem Informasi Manajemen dapat kita uraikan dalam bagian yang lebih detail secara sistematis, sebagai berikut :
a. Blok Masukan (Input Block), meliputi, metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
b. Blok Model (Model Block), terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang berfungsi memanipulasi data untuk keluaran tertentu.
c. Blok Keluaran (Output Block), berupa keluaran dokumen dan informasi yang berkualitas.
d. Blok Teknologi (Technology Block), untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, serta membantu pengendalian sistem secara keseluruhan.
e. Blok Basis Data (Database Block), merupakan kumpulan data yang berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
f. Blok Kendali (Controls Block), meliput masalah pengendalian yang berfungsi mencegah dan menangani kesalahan/kegagalan sistem.
2. Komponen sistem informasi manajemen adalah seluruh elemen yang membentuk suatu sistem informasi. Komponen sistem informasi terbagi menjadi dua yaitu komponen Sistem informasi manajemen secara fungsional dan sistem informasi manajemen secara fisik :
1. Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fungsional
Komponen sistem informasi adalah seluruh komponen yang berhubungan dengan teknik pengumpulan data, pengolahan, pengiriman, penyimpanan, dan penyajian informasi yang dibutuhkan untuk manajemen, meliputi:
a. Sistem Administrasi dan Operasional:Sistem ini melaksanakan kegiatan-kegiatan rutin seperti bagian personalia, administrasi dan sebagainya dimana telah ditentukan prosedur-prosedurnya dan sistem ini harus diteliti terus menerus agar perubahan-perubahan dapat segera diketahui.
b. Sistem Pelaporan Manajemen :Sistem ini berfungsi untuk membuat dan menyampaikan laporan-laporan yang bersifat periodik kepada pengambil keputusan atau manajer.
b. Sistem Database: Berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan informasi oleh beberapa unit organisasi, dimana database mempunyai kecenderungan berkembang sejalan dengan perkembangan organisasi, sehingga interaksi antar unit akan bertambah besar yang menyebabkan informasi yang dibutuhkan juga akan semakin bertambah.
c. Sistem Pencarian:Berfungsi memberikan data atau informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan sesuai dengan permintaan dan dalam bentuk yang tidak terstruktur.
d. Manajemen Data:Berfungsi sebagai media penghubung antara komponen-komponen sistem informasi dengan database dan antara masing-masing komponen sistem informasi.
2. Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fisik
Komponen Sistem Informasi Manajemen secara fisik adalah keseluruhan perangkat dan peralatan fisik yang digunakan untuk menjalankan sistem informasi manajemen. Komponen-komponen tersebut meliputi:
a. Perangkat keras:
1) Komputer (CPU, Memory)
2) Pesawat Telepon
3) Peralatan penyimpan data (Decoder)
b. Perangkat lunak
1) Perangkat lunak yang umum untuk pengoperasian dan manajemen data
2) Program aplikasi
c. DataBase
1) File-file tempat penyimpanan data dan informasi
2) Media penyimpanan seperti pita komputer, paket piringan.
d. Prosedur pengoperasian
1) Instruksi untuk pemakai, cara yang diperlukan bagi pemakai untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan
2) Instruksi penyiapan data sebagai input
3) Instruksi operasional
e. Personalia pengoperasian
1) Operator
2 ) Programmer
3) Analisa sistem
4) Personalia penyiapan data
5) Koordinator operasional SIM dan pengembangannya.

3. Unsur-unsur Sistem Informasi.
Semua sistem Informasi memiliki 3 (tiga) unsur atau kegiatan utama, yaitu :
1. Menerima data sebagai masukan ( input)
2. Memproses data dengan melakukan perhitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran perkiraan dan lain-lain.
3. Memperoleh informasi sebagai keluaran (output). Prinsip ini berlaku baik untuk sistem informasi manual, elektromekanis maupun komputer.

4. Komponen Sistem Informasi
• Perangkat keras (hardware)
• Perangkat lunak (software) atau program
• Prosedur
• Orang
• Basis data (database)
• Jaringan komputer dan komunikasi data
5. Komponen – komponen Sistem Informasi Manajemen terdiri dari :
• Sistem adalah kumpulan dari elemen – elemen yang bergabung untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh : Organisasi, fungsi – fungsi, unit – unit, dll.
• Informasi. Kita harus dapat membedakan informasi dengan data. Data merupakan fakta belaka yang tidak dapat berbuat banyak dalam pengambilan keputusan, sedangkan informasi merupakan bahan yang penting dalam pembuatan keputusan yang terdiri dari data yang telah diperbaiki dan diproses.
• Manajemen merupakan aktivitas seorang manajer dalam menjalankan organisasi melalui proses perencanaan pengorganisasian, penggerakan dan pengontrolan dari jalannya operasi organisasi.
6. Berdasarkan komponen fisik penyusunnya, Sistem Informasi Manajemen dapat terdiri atas komponen:
a) Perangkat keras (hard ware)
b) Perangkat lunak (soft ware)
c) Berkas (file)
d) Procedure (prosedur) e) Manusia (brain ware)

Add a comment Juni 6, 2009

TENTANG E-TICKETING

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Internet perlahan-lahan mulai menggeser budaya pembelian (pemesanan) tiket pesawat dari cara konvensional menjadi lebih modern atau yang sering disebut booking online(online booking). Dewasa ini, memesan tiket dapat dilakukan melalui computer yang tersambung dengan internet.Di Indonesia, pelayanan tersebut telah diperkenalkan oleh National Carrier Garuda Indonesia, maskapai penerbangan Merpati Nusantara dan Airasia.Hal ini berarti para maskapai penerbangan dapat berhubungan langsung dengan konsumen yang tentu saja akan memberikan dampak ekonomis yang signifikan.menurut William Liu, presiden dan CEO Abacus International, World Tourism Organization memprediksi pada tahun 2010 sebanyak 195 juta pelacong akan membajiri daerah tujuan wisata Asia-Pasifik. Tahun 2020 diramalkan jumlah itu akan melonjak mencapai 397 juta orang,yakni seperempat dari jumlah turisme internasional.
Pada awalnya penerapan pembelian tiket secara online sekitar tahun 1998 hanya mencapai satu persen lalu naik menjadi dua persen pada tahun 1999.Saat ini sudah mencapai tiga persen. Persentase tersebut berlipat ganda pada maskapai Amerika Serikat,United Airlines,dimana lima persen dari pendapatan penerbangan domesticnya pada kwartal pertama tahun ini merupakan sumbangan online sales dengan pertimbangan 50-50 antara website dan lain-lain.Dengan pendapatan tahunan sekitar 20 juta dollar AS, berarti airlines tersebar AS ini akan menjual tiket online lebih dari satu miliyar dollar pada tahun 2020, separuh diantaranya merupakan penjualan langsung kepada konsumen.Maskapai lain, Northwest Airlines bahkan lebih tinggi. Penjualan melalui website meningkat dari empat persen tahun lalu menjadi 6,5 persen tahun ini.Sementara untuk semua tujuan domestic Amerika Serikat, persentasenya berlipat ganda.
Fenomena ini mendorong para ilmuan dan marketer untuk mempelajari lebih dalam apa yang menjadi penyebab pertumbuhan penjualan melalui internet. Maka muncullah berbagai penelitian tentang internet marketing terkait dengan pembelian atau pembelanjaan melalui internet (online shoping). Penelitian terdahulu yang menjadi acuan penelitian kali ini dilakukan oleh Aron M. Levin, Irwin P.Levin dan Joshua A. Weller (2005).Penelitian tersebut menganalisis stribut-stribut yang mempengaruhi preferensi belanja melalui internet (online) dan tidak melalui inrternet (off line) pada produk, konsumen dan tahapan pembelanjaan yang berbedea. Hasil analisis terhadap pengukuran dipakai pada studi ini memperlihatkan 4 atribut pokok, yaitu waktu, harga, pelayanaan dan alternatif. Penelitian kali ini merupakan penelitian replikasi yang mengkaji belanja on line dengan menggunakan 1 kelompok sample, yaitu mahasiswa dan menggunaka satu produk yaitu tiket pesawat.
1.2 Tujuan Penulisan
Dengan dibuatnya makalah ini diharapkan :
1. Dapat mengetahui lebih jauh mengenai penerapan Sistem Informasi Manajemen pada transportasi.
2. Dapat mengetahui lebih lanjut mengenai e-ticketing (pemesanan tiket melalui internet).
3. Dapat mengetahui lebih jelas mengenai apa manfaat, keuntungan, kerugian, kelemahan dan kelebihan dari e-ticketing.
4. Dapat mengetahui bagaimana cara penerapan e-ticketing itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
5. Dapat mengetahui siapa saja yang dapat menggunakan e-ticketing dan apa saja masalah-masalah yang muncul dari penggunaan e-ticketing.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Sistem Informasi Manajemen ( SIM )
Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.
Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan muncunya peraturan dari pemerintah.
Lingkungan bisnis bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus membuat keputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen dengan munculnya pemecahan yang memadai.
Sistem informasi manajemen (SIM) bukan sistem informasi keseluruhan, karena tidak semua informasi di dalam organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah sistem yang otomatis. Aspek utama dari sistem informasi akan selalu ada di luar sistem komputer.
Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena :
1. Kurang organisasi yang wajar
2. Kurangnya perencanaan yang memadai
3. Kurang personil yang handal
4. Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.
Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.
Secara teoritis komputer bukan prasyarat mutlak bagi sebuah SIM, namun dalam praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan komputer. Prinsip utama perancangan SIM : SIM harus dijalin secara teliti agar mampu melayani tugas utama
Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika.
2.2. Penerapan SIM dalam Transportasi
Keberhasilan dari pembangunan tidak terlepas dari peran aktif dari semua sektor terutama sector transportasi. Luasnya wilayah jasa pelayanan angkutan darat yang harus dapat dijangkau, yang meliputi seluruh wilayah Indonesia , maka perlu dilakukan suatu penanganan khusus dalam
meningkatkan kualitas pelayanan transportasi darat yang aman, selamat, mudah dijangkau, berdaya saing dan terintegrasi. Pengelolaan pelayanan transportasi darat dalam skala nasional merupakan pekerjaan yang kompleks. Pekerjaan ini harus memperhitungan berbagai sub moda transportasi darat baik umum maupun pribadi, berbagai event-event rutin maupun khusus yang dapat meningkatkan beban transportasi darat seperti angkutan lebaran, natal dan tahun baru, liburan, bencana alam, kondisi operasional di lapangan (kemacetan lalu lintas yang semakin parah di kota-kota besar dan metropolitan), perkembangan sarana-prasarana transportasi dan juga tindakan-tindakan pihak-pihak lain yang dapat mengganggu jalannya pelayanan jasa angkutan darat. Dalam penyelenggaraan transportasi darat, sangat perlu kecepatan informasi agar setiap permasalahan dapat diatasi secara cepat dan semaksimal mungkin. Kondisi tersebut perlu dan harus didukung dengan sistem teknologi informasi untuk transportasi darat yang handal, yang mampu saling mendukung dan terpadu dengan sistem – sistem lainnya. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas di bidang transportasi darat, maka suatu sistem yang berbasis teknologi informasi yang terintegrasi ditingkta regionl maupun nasional, merupakan suatu kebutuhan utama, mengingat tantangan tugas masa depan yang dituntut untuk mampu menyediakan pelayanan.
Transportasi darat dengan cepat, tepat, konsisten dan mudah selalu tersedia setiap saat (Timely Available). Guna mewujudkan sistem tersebut, pada saat ini hal tersebut sangat dimungkinkan dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi yang didukung pula oleh perkembangan kemampuan sumber daya manusia di Indonesia dalam penguasaan teknologi informasi.Dalam perencanaan pembangunan transportasi darat, pemanfaatan data base dengan menggunakan teknologi informasi berbasis GIS (Geografic Information Sistem) sangat diperlukan. Pada tingkat operasional guna mengatasi permasalahan lalu lintas di tingkat lokal maka penerapan Program Aplikasi Pengendalian Lalu Lintas seperti ATCS/ITCS (Area Traffic Control System/Integrated Traffic Control System), ITS ( Intelegent Transport System), sedangkan ditingkat regional dan nasional pengembangan Transportation Management Centre (TMC) merupakan salah satu solusi terbaik dari sistem teknologi informasi yang dapat dikembangkan. Selain daripada itu dalam rangka melayani kebutuhan informasi transportasi darat bagi masyarakat dan penerapan e-governance penggunaan website, call centre, sms centre merupakan media informasi yang efektif dan effisien sedangkan untuk kelancaran dan kemudahan pelayanan transportasi darat pengunaan smart card dimasa datang akan menjadi suatu kebutuhan.
2.3. Pengertian e-ticketing
E-ticketing atau electronic ticketing adalah suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper ticket. Semua informasi mengenai electronic ticketing disimpan secara digital dalam sistem komputer milik airline. Sebagai bukti pengeluaran E-Ticket, pelanggan akan diberikan Itinerary Receipt yang hanya berlaku sebagai alt untuk masuk ke dalam bandara di Indonesia yang masih mengharuskan penumpang untuk membawa tanda bukti perjalanan. E-ticketing (ET) adalah peluang untuk meminimalkan biaya dan mengoptimalkan kenyamanan penumpang. E-ticketing mengurangi biaya proses tiket, menghilangkan fomulir kertas dan meningkatkan fleksibilitas penumpang dan agen perjalanan dalam membuat perubahan-perubahan dalam jadwal perjalanan.
Sejalan dengan perkembangan teknololgi informasi, internet kini muncul sebagai alternative system distribusi informasi travel. Internet merupakan m edium yang sempurna untuk menjual paket perjalanan, karena internet sanggup membawa jaringan supplier yang luas dan basis kostumer yang besar ke sebuah market place terpusat. Adapun pengertian lain yaitu E-Ticketing, atau penjualan tiket online, merupakan salah satu cara bagi orang untuk membeli tiket untuk acara lokal. Merupakan fasilitas pemesanan tiket online yang dirancang untuk membantu kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses ke sistem jenis ini .. Hal ini memungkinkan kelompok-kelompok masyarakat untuk meningkatkan kegiatan dan menjual tiket secara online melalui situs web Kingston Council.
E-Ticketing sistem untuk memudahkan orang untuk membeli tiket untuk berbagai acara semua dari satu situs web. Tiket dapat dibeli dengan cara ini dengan uang tunai, cek atau kredit / kartu debit. Orang tanpa akses ke internet dapat memesan tiket melalui internet publik di terminal atau perpustakaan di Pusat Informasi dan Visitor Centre.
Anda tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan ‘keamanan’ tiket penerbangan nantinya. Lupakan resiko hilangnya tiket, dicuri, tertinggal, atau bahkan tercebur air. Bahkan E-ticketing memungkinkan anda, membelikan tiket untuk kerabat pada saat mendadak. Kemudahan yang demikian ini, merupakan bukti komitmen Garuda Indonesia terhadap konsumennya.
Siapapun dapat membeli tiket pada sistem online. Anda harus mendaftar pada sistem pembayaran kami untuk menggunakan sarana. Ini adalah proses yang sangat sederhana dan membantu Anda menyimpan data yang Anda telah membeli tiket. Promoters memiliki daerah aman pada situs e-tiket di mana mereka dapat memantau penjualan dan mencetak off daftar orang-orang yang memesan untuk menghadiri acara mereka. Anda perlu mendaftar sebelum Anda dapat mulai menjual tiket. Proses pendaftaran untuk meminta informasi mengenai rincian kontak pribadi serta rincian dan kelompok masyarakat yang harus membayar tiket pendapatan. Proses pendaftaran juga memerlukan anda untuk menerima syarat dan ketentuan untuk penjualan tiket on-line.
2.4. Manfaat e-ticketing
Saat ini hanya ada beberapa cara untuk membeli tiket untuk kegiatan kesenian masyarakat. Sistem ini akan memberikan Anda akses cepat dan mudah untuk berbagai macam acara melalui satu situs. Ini dapat digunakan untuk membeli tiket menggunakan kredit / kartu debit dan cek, yang banyak gerai tiket tidak dapat dilakukan pada saat ini. Hal ini juga sepenuhnya aman.
Setiap organisasi yang perencanaan sebuah event dan bertanggung jawab untuk penjualan tiket untuk aktivitas dapat meningkatkan aktivitas di situs Web. Semua promoters yang mendaftar akan disetujui oleh administrator sebelum mereka dapat mulai menjual tiket sehingga hanya mereka yang dapat menunjukkan bahwa mereka yang utama Acara akan diizinkan untuk mempromosikan acara itu. Sistem ini memungkinkan Anda untuk mempromosikan aktivitas secara gratis dan menjual tiket untuk acara ke khalayak yang lebih luas. Hal ini juga berarti Anda tidak perlu membayar biaya untuk menyiapkan sistem ini atau administrasi itu. E-ticketing menyediakan banyak manfaat diantaranya :
a. Biaya Simpanan – Mengurangi biaya yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket tiket ke pembeli. Menghilangkan atau mengurangi memerlukan tiket untuk stok, amplop dan pos.
b. Buruh Simpanan – Mengurangi tenaga kerja yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket. Potong bawah pada upaya yang diperlukan untuk mengambil tiket untuk membeli Akan Panggil pesanan.
c. Aman dan Aman – E-Tiket selamat dan aman. Barcode validasi menghilangkan kemungkinan palsu dan duplikat tiket.
d. Kehadiran sebenarnya Pelaporan – Cari tahu berapa banyak Anda e-tiket patrons dihadiri Anda acara dan ketika mereka tiba.
e. Instant Pengiriman – Tiket pembeli senang menjadi mampu mencetak tiket mereka segera. Tidak perlu menunggu surat atau menunggu di baris di acara tersebut. Pelanggan dapat mencetak tiket elektronik mereka segera setelah mereka membelinya. Hal ini membuat e-tiket yang ideal untuk hadiah menit terakhir atau menit terakhir keputusan.
f. Informasi tambahan – E-Tiket menyediakan ruang untuk tambahan informasi seperti peta jalan, arah, dan lain informasi pelanggan Anda mungkin perlu tahu.
g. Periklanan – E-Tiket menyediakan kemampuan unik periklanan. Meningkatkan pendapatan perusahaan anda dengan menawarkan ruang iklan pada web Anda tiket.
Sementara mempertahankan standar keselamatan yang tinggi merupakan prioritas utama untuk memastikan keselamatan penerbangan, sejumlah maskapai layanan penuh telah mengadopsi e-tiket mereka sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan. E-sistem tiket penumpang yang memungkinkan sebuah buku tiket pesawat untuk mendapatkan salinan mereka terima berisi catatan Penemu atau reservasi dan nomor e-tiket nomor. Bahwa e-tiket sangat menguntungkan bagi kedua perusahaan penerbangan dan pelancong. menghilangkan masalah ini dan biaya yang pelancong pengalaman ketika mereka kehilangan tiket kertas. Jika sebuah tiket boarding terputus, mendapatkan penggantian sering mudah seperti naik ke loket tiket dan memberikan Anda nomor konfirmasi untuk baru satu. Sementara untuk maskapai penerbangan, e-tiket adalah lebih murah dan lebih efisien metode pengelolaan tiket. Ia menghilangkan manual tugas yang diperlukan untuk proses dan account untuk kertas tiket penerbangan dan menyimpan biaya bahan lainnya, seperti tiket jaket. Seorang penumpang yang memegang e-tiket memiliki pilihan untuk check-in online dan cetak out nya tiket boarding di rumah atau di kantor. Layanan ini tersedia antara 30 jam dan satu jam sebelum penumpang jadwal keberangkatan. Dengan manfaat bagi kedua perusahaan penerbangan dan penumpang, maka tidak mengherankan bahwa semakin banyak perusahaan penerbangan yang menyiapkan sistem tiket elektronik – sesuatu yang telah mendapat respon antusias dari penumpang di seluruh dunia.

2.5. Langkah-langkah e-ticketing
Dalam proses e-ticketing terdapat beberapa langkah yang dapat dilakuklan guna mempermudah kita dalam pemesanan tiket secara online dimana dengan e-ticketing kita repot mengantri dalam memesan tiket.Langkah-langkah E-Ticketing sangat praktis, reservasi adalah yang paling utama. Sabagai seorang mobile, sibuk dan akrab dengan e-lifestyle, ada beberapa pilihan yang tersedia bagi anda. Menelepon Call Center maskapai penerbangan yang dipilih. Langkah berikutnya adalah pembayaran. Dengan mengutamakan kemudahan, anda dapat melakukannya melalui ATM, serta credit card. Call Center yang menjamin keamanan saat memasukkan nomor credit card. Terjamin semua informasi anda akan disimpan dengan rapi dan aman. Jika tertinggal tanda terima perjalanan, anda dapat meminta duplikatnya di seluruh kantor penjualan tiket maskapai penerbangan (airport).
2.6. Permasalahan dan Contoh
Saat ini permasalahan pelayanan transportasi udara yang sangat serius terjadi di wilayah perkotaan terutama di kota-kota besar dan kota metropolitan didunia. Dominasi penngguna pesawat terbang dalam melalukan perjalanan tidak seimbang dengan jumlah pesawat yang ada. pada akhirnya akan menyebabkan kepadatan penumpang yang tinggi di bandara-bandara (airport). Hal ini
Kondisi ini pada akhirnya akan memunculkan problem klasik di setiap perusahaan maskapai penerbangan, seperti halnya masalah rute penerbangan,jadwal penerbangan yang tidak tepat dan pemesanan tiket dan lain-lain.
Salah satu solusi yang fundamental dari pemerintah khususnya mengenai pemesanan tiket adalah dengan menerapkan system e-ticketing pada setiap maskapai penerbangan yang ada. Karena dengan adanya system e-ticketing dapat memudahkan kita dalam memperoleh tiket .
Namun di balik kemudahan –kemudahan yang ada terdapat juga beberapa masalah diantaranya :
 Tidak semua orang mengerti tentang internet artinya belum bisa mengoprasikan internet itu sendiri
 Keterbatasan pihak maskapai penerbangan dalam memasarkan tiketnya secara online
 Belum semua orang mengetahui tentang bagaimana caranya memesan tiket secara online
 Belum semua orang mengetahui dan paham betul tentang e-ticketing
Salah satu maskapai penerbangan yang menerapkan pemesanan tiket secara online (e-ticketing) yaitu maskapai penerbangan AirAsia. PT. Indonesia AirAsia merupakan kerjasama gabungan dengan maskapai berbiaya rendah yang terkemuka Asia Tenggara, AirAsia Berhad – yang memiliki 49% sahamnya. Indonesia AirAsia diluncurkan kembali pada tanggal 8 Desember 2004 sebagai maskapai penerbangan berbiaya hemat dan mengusung konsep yang sama dengan Grup AirAsia. Indonesia AirAsia hadir dengan harga terjangkau dan konsep “tanpa embel-embel” (tanpa tiket, tempat duduk bebas dan tanpa penyediaan makanan). Indonesia AirAsia sekarang telah mengoperasikan sebelas armada Boeing 737-300 yang melayani delapan rute domestik, yaitu dari Jakarta ke Medan, Padang, Pekanbaru, Denpasar (Bali), Balikpapan, Surabaya, Batam dan Solo, serta lima belas rute internasional dari Jakarta, Bandung, Bali, Medan, Padang, Pekanbaru, Surabaya ke Kuala Lumpur (Malaysia), dari Jakarta ke Johor Bahru, Bangkok, Kota Kinabalu, Kuching dan Penang, dari Medan ke Penang (Malaysia) dan dari Bali ke Kota Kinabalu dan Kuching. Hingga akhir tahun 2007, Indonesia AirAsia telah menerbangkan lebih dari 4,3 juta tamu. Bagi Indonesia AirAsia keselamatan penumpang merupakan hal terutama. Indonesia AirAsia selalu mengedepankan keselamatan penumpang beserta awak pesawat dan pilot. Tidak hanya saat di udara, tetapi juga saat pemesanan, check-in , boarding , terbang, hingga tiba di tempat tujuan. Indonesia AirAsia mempercayakan seluruh perawatan armadanya di Garuda Maintenance Facilities (GMF). Di tempat tersebut, dilakukan pemeriksaan rutin dan pemeriksaan pemeliharaan tingkat rendah “A” check, hingga pemeliharaan tingkat tinggi “C” check. Indonesia AirAsia akan terus melakukan pengembangan serta penambahan armada untuk memenuhi antusiasme masyarakat terhadap hadirnya maskapai dengan konsep Low Cost Carrier (LCC) yang aman dan nyaman di Indonesia. Kami ingin semua masyarakat Indonesia, baik tua-muda, balita-lansia, sehat maupun cacat merasakan terbang dengan nyaman dan aman menggunakan Boeing 737-300 Indonesia AirAsia yang berkursi empuk dan mewah serta lorong kabin yang ditebari karpet merah. Adapun kegiatan operasional AirAsia mengikuti pola operasi sebagai berikut :

• Harga hemat, tanpa embel embel
Harga AirAsia selalu lebih rendah dibandingkan maskapai lainnya. Layanan jasa seperti ini sangat cocok bagi penumpang yang hanya ingin terbang tanpa embel embel makanan, tanpa layanan airport lounge, tanpa mengikuti program loyalty frequent flyer miles. Semua ini lebih baik di tukar dengan harga kursi yang 80% jauh lebih murah dibandingkan dengan mengikutsertakan layanan layanantersebut.
Tidak memberikan makanan atau minuman. Namun AirAsia mempunyai ‘Snack Attack’, yang menyajikan berbagai macam pilihan lezat untuk makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau dan hanya untuk para tamu AirAsia. Tamu dapat membelinya di dalam pesawat.
• Frekuensi Terbang Tinggi
Frekuensi terbang AirAsia yang tinggi bertujuan untuk kenyamanan para tamu. Maskapai inimempraktekkan pola 25 menit untuk tinggal landas, dimana merupakan yang paling cepat di Asia, sehingga menghasilkan utilisasi pesawat yang tinggi, biaya makin rendah dan produktivitas staf/maskapai yang makin meningkat.
• Untuk Kenyamanan Tamu
AirAsia berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang nyaman untuk membuat perjalanan lebih mudah. Tamu dapat melakukan pembelian dengan kenyamanan berikut :
• Call Center (Pusat Layanan Telepon) – Berdiri pada bulan februari 2004, Call Center AirAsia berlokasi di Halim Perdana Kusuma dengan 60 layanan sambungan telepon untuk kenyamanan para tamu dalam membeli penerbangan.
• Terbang tanpa tiket – Diluncurkan pada tanggal 18 April 2002, konsep ini melengkapi layanan pembelian dari Internet booking AirAsia dan layanan Call Center dengan menyediakan alternatif murah biaya dari tiket cetak asli. Tamu tidak lagi perlu repot repot untuk mengambil tiket!
• Beli lewat Internet – sebagai maskapai pertama yang memperkenalkan layanan ini di Asia, AirAsia menawarkan cara baru yang nyaman dalam membeli kursi AirAsia melalui website http://www.airasia.com.Tidak perlu telepon, tidak perlu antri. http://www.airasia.com di luncurkan pada tanggal 10 Mei 2002, dan sekarang tersedia dalam 6 bahasa – English, Bahasa Malaysia, Mandarin, Thai dan Bahasa Indonesia.
• Reservasi dan kantor penjualan – Tersedia di bandara dan di kota untuk kenyamanan bagi tamu yang ingin datang langsung.
• Travel agent resmi – AirAsia juga memperkenalkan layanan online B2B kepada travel agent. Fitur berbasis internet dengan informasi ketersediaan kursi secara real time yang pertama di Asia. Travel agent dapat melakukan pembayaran secara virtual melalui kartu kredit.
• Layanan pelanggan untuk lebih baik – AirAsia secara terus menerus cari mencari cara untuk melayani lebih baik dan memberikan penghematan lebih lagi kepada tamu nya.
• Keamanan yang utama
AirAsia (PT. IAA) melakukan pemeriksaan rutin pesawatnya di hangar Garuda Maintenance Facilities (GMF). Kegiatan in merupakan komitmen kepada masyarakat bahwa Indonesia AirAsia selalu patuh pada ketentuan keselamatan penerbangan. Saat ini GMF sudah memiliki approval EASA (sertifikasi dari authority Eropa) dan FAA (sertifikasi dari authority Amerika) yang berarti kualitas perawatan pesawat di GMF sudah diakui oleh dunia internasional
• Optimalisasi biaya
AirAsia berusaha keras untuk memaksimalkan keuntungan melalui harga hematnya dengan layanan berkualitas. Maskapai berusaha mengoptimalisasi biaya dengan cara tinggal landas dalam waktu yang singkat, tidak memberikan layanan embel embel seperti makanan dan minuman, menggunakan satu tipe pesawat untuk menghemat biaya pelatihan, dan semua ini penghemata ini dikembalikan kepada pelanggan dengan memberikan harga yang sangat hemat.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat dirumuskan adalah sebagai beikut :
a. Waktu berpengaruh terhadap preferensi belanja olnline tiket pesawat,artinya semakin cepat proses transaksi pembelian tiket pesawat,maka seseorang akan semakin cenderung atau memiliki preferensi semakin tinggi untuk membeli tiket pesawat melalui internet.Hal tersebut disebabkan oleh tingkat kesibukan responden sehingga menjadikan waktu sebagai sumber daya yang terbatas,jadi responden dengan tingkat kesibukan yang tinggi akan cenderung memilih proses transaksi yang cepat pada saat membeli tiket pesawat.
b. Harga tidak berpengaruh terhadap preferensi belanja online.Hal tersebut disebabkan oleh pengetahuan responden tentang tingkat harga yang ditawarkan oleh agen perjalanan maupun yang tercantum pada website maskapai penerbangan.Mereka juga paham kapan harus membeli tiket karena tingkat harga juga berbeda bila dipesan pada saat “high season” dimana banyak orang mengadakan perjalanan seperti pada saat tahun baru dan “low season” dimana hanya sedikit orang yang melakukan perjalanan.
c. Pelayanan tidak berpengaruh terhadap preferensi belanja online.Hal tersebut disebabkan oleh responden yang berencana memesan tiket pesawat tidak merasa bahwa pelayanan adalah hal yang krusial karena pada saat mereka memesan lewat website mereka hanya bersentuhan dengan tekhnologi yang dianggap kurang mampu meberikan pelayanan secara interaktif yang sebanding dengan pertemuan langsung dengan penjual.
d. Alternatif tidak berpengaruh terhadap preferensi belanja online.
e. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel waktu yang berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap preferensi belanja.
3.2. Saran
a. Waktu merupakan komponen pembentuk preferensi pembelian online yang paling krusial,oleh karena itu produsen harus memperhatikan jumlah waktu yang dibutuhkan oleh konsumen untuk melakukan pembelian tiket pesawat melalui internet.Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan waktu pemesanan yaitu dengan menanam sistem pemesanan tiket online yang tidak berbelit-belit dan mudah digunakan didalam website pemesanan tiket pesawat yang disesuaikan dengan kecepatan akses internet di Indonesia.Kedua adalah mengembangkan sistem pemesanan online yang dapat diakses lewat telepon seluler sehingga dalam keadaan berjalanpun, konsumen dapat memesan tiket pesawat.
b. Harga tidak memiliki pengaruh terhadap preferensi pembelian online, namun produsen harus tetap mempertahankan tingkat harga yang masuk akal dalam arti harga yang ditawarkan tidak membuat produsen yang bersangkutan merugi dan tetap dipandang konsumen sebagai harga yang kompetitif.
c. Pelayanan tidak memiliki pengaruh terhadap preferensi pembelian online, namun produsen juga harus tetap mempertahankan kualitas keprimaan pelayanana agar kolnsumen tidak memberikan testmonial yang merugikan produsen.
d. Alternatif tidak memiliki pengaruh terhadap prefernsi pembelian online. Hal ini memberikan peluang kepada produsen untuk fokus terhadap produk utamanya dan mengembangkannya semaksimal mungkin.
e. Bagi peneliti berikutnya, hasil peneklitian ini masih dapat dikembangkan dengan berbagai penelitian lain seperti :
– Meneliti variabel – variabel lebih lanjut misalnya : fenomena tiket pesawat harga murah yang dihubungkan dengan kwalitas pelayanan, waktu serta alternatif dalam membentuk preferensi belanja online.
– Melebarkan fokus penelitian dengan membandingkan beberapa kelompok sampel misalnya : mahasiswa dan pekerja profesional.
– Penelitian untuk mengetahui apakah website atmosphere mempengaruhi preferensi belanja online pada produk tiket pesawat.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.antontirta.com

Add a comment Juni 6, 2009

PERAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ORGANISASI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

SIM adalah suatu sistem formal tentang golongan, dan penyebaran informasi kepada orang – orang yang tepat dalam suatu organisasi. Sistem yang telah maju tidak hanya mengerjakan fungsi tata usaha akan tetapi juga memberikan bantuan pengambilan keputusan kepada manajemen. Meskipun jarang terjadi, sistem terprogramkan mampu memonitor dan mengarahkan operasi – operasi tertentu tanpa bantuan manusia.
Data SIM terdiri atas data masukan, data operasi, data keluaran, dan sebuah pengaturan umpan balik. Data ini dikirimkan dan diolah oleh suatu unit pengolahan pusat (CPU) di dalam komputer. Arus informasi merupakan catatan secara terus menerus tentang jumlah satuan informasi yang banyak sekali. Agar menjadi efektif, maka SIM harus mendapat data sedekat – dekatnya dengan titik asalnya dan kemudian menyalurkannya ke tempat – tempat pengolah informasi di mana data itu akan digunakan.
Data masukan biasanya terdiri atas unsur – unsur seperti banyaknya bahan mentah, tanggal penyerahan, harga produk, biaya tenaga kerja dan lainlain. Data operasi meliputi unsur – unsur seperti angka produksi, biaya mesin, dan pekerjaan dalam proses. Data keluaran mengandung informasi tentang unsur – unsur seperti barang – barang potongan, tingkat inventaris akhir dan tanggal pengiriman. Data ini disampaikan melalui saluran komunikasi ke unit pengolah yang dalam sistem informasi yang kompleks terdiri atas komputer – komputer elektronik dan perlengkapan – perlengkapan yang berhubungan. Unit masukan pencatat data pada umurnnya terdiri atas pencatatan dengan tangan oleh orang – orang bila dikerjakan secara manual, dan dalam beberapa hal pencatatan data di atas kartu berlubang (punched card) atau pita berlubang (punched tape). Apabila data bergerak menuju ke unit pengolah, maka data tersebut disusun menjadi bentuk – bentuk yang lebih berguna dan menjadi masukan ke dalam proses perencanaan dan pemecahan masalah.
Pengaturan umpan tralik (feedback loop) terdiri atas saluran – saluran informasi yang menyampaikan masukan yang telah diolah. Operasi, dan data keluaran kepada langkah – langkah analisis dan keputusan sehingga rencana rencana dan standar – standar dapat dinilai dan petunjuk – petunjuk kontrol dapat disampaikan ke bawah kepada tingkat – tingkat operasi organisasi.
Komputer dirumuskan sebagai suatu perlengkapan elektronik yang mengolah data, mampu menerima masukan dan keluaran, dan mempunyai sifat seperti kecepatan yang tinggi, ketelitian dan kemampuan menyimpan instruksi – instruksi untuk memecahkan masalah. Komputer dapat melaksanakan kebanyakan jenis pengolahan informasi yang dapat dilaksanakan oleh manusia dengan lebih cepat dan dengan kesalahan – kesalahan yang lebih sedikit. Komputer dapat membaca data dari ratusan kartu berlubang dalam waktu yang sangat singkat; menyimpan jutaan sifat atau angka untuk kemudian dapat diperoleh kembali seketika, melaksanakan bermacam – macam perhitungan yang sangat sulit, menulis surat yang telah diprogramkan, membuat gambar, kurva, grafik dan sebagainya. Komputer tidak dapat memulai berpikir, membetulkan kesalahannya sendiri, atau melakukan pengolahan yang sifatnya kreatif. Akan tetapi penemuan kesalahan yang sifatnya rutin dapat diprogramkan ke dalam komputer sehingga komputer tersebut dapat memberi peringatan kepada operatornya mengenai kesalahan – kesalahan yang sedang dibuat. Kebanyakan komputer yang dipakai dalam SIM adalah komputer digital, yang mengolah data dalam bentuk huruf atau angka yang berlainan, menggunakan “line printer”, mesin ketik (papan ketik), alat membuat lubang kartu atau alat pembuat lubang pita kertas untuk membuat laporan – laporan atau formulir – formulir jenis standar. Komputer analog dipergunakan untuk mengolah data yang sifatnya terus menerus seperti suhu, tekanan udara, informasi mengenai permesinan, dan produksi lainnya.
1.2. PERUMUSAN MASALAH
Dalam penulisan makalah ini, penulis mengangkat permasalahan – permasalahan sebagai berikut:
1.Definisi pembuatan keputusan, jenis – jenis, tingkat pengambilan keputusan, dan cara menganalisis keputusan dalam suatu organisasi.
2.Definisi SIM dan jenis – jenis SIM.
3.Bagaimanakah peranan SIM dalam pengambilan keputusan di dalam suatu organisasi?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. DEFINISI PEMBUATAN KEPUTUSAN, JENIS – JENIS, TINGKAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN MENGANALISIS KEPUTUSAN DALAM SUATU ORGANISASI

Salah satu kegiatan manajemen yang penting adalah memahami sistem sepenuhnya untuk mengambil keputusan – keputusan yang tepat yang akan dapat memperbaiki hasil sistem keseluruhan dalam batas – batas tertentu. Dengan demikian pengambilan keputusan adalah suatu proses pemilihan dari berbagai alternatif baik kualitatif maupun kuantitatif untuk mendapat suatu alternatif terbaik guna menjawab masalah atau menyelesaikan konflik (pertentangan). Proses penurunan suatu keputusan mengandung empat unsur :
(1) Model : Model menunjukkan gambaran suatu rnasalah secara kuantitatif atau kualitatif .
(2) Kriteria: Kriteria yang dirumuskan menunjukkan tujuan dari keputusan yang diamtril.
Jika terdapat beberapa kriteria yang saling bertentangan, maka pengambilan keputusan harus melalui kompromi (misalnya menambah jasa langganan dan mengurangi persediaan, maka keputusan mana yang diambil perlu kompromi).
(3) Pembatas; Faktor – faktor tambahan yang perlu diperhatikan dalam memecahkan masalah pengambilan keputusan. Misalnya dana yang kurang tersedia.
(4) Optimalisasi: Apabila masalah keputusan telah diuraikan dengan sejelas – jelasnya (model), maka manajer menentukan apa yang diperlukan (kriteria) dan apa yang diperbolehkan (pembatas). Pada keadaan ini pengambil keputusan siap untuk memilih pemecahan yang terbaik atau yang optimum.
Jenis – Jenis Pengambilan KeputusanMasalah dan konflik terdapat di mana – mana. Beberapa di antaranya bersifat sederhana dan deterministik, sedangkan yang lain bersifat sangat kompleks dan probabilistik serta dapat menimbulkan pengaruh yang besar. Pengambilan keputusan dapat bersifat rutin dan memiliki struktur tertentu atau dapat juga bersifat sangat kompleks dan tidak berstruktur.
Terdapat dua jenis pengambilan keputusan, yaitu :
(1) Pengambilan keputusan terprogram.
Jenis pengambilan keputusan ini, mengandung suatu respons otomatik terhadap kebijaksanaan – kebijaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Masalah yang bersifat pengulangan dan rutin dapat diselesaikan dengan pengambilan keputusan jenis ini. Tantangan yang besar bagi seorang analis adalah mengetahui jenis – jenis keputusan ini dan memberikan atau menyediakan metode – metode untuk melaksanakan pengambilan keputusan yang terprogram di mana saja. Agar pengambilan keputusan harus didefinisikan dan dinyatakan secara jelas. Bila hal ini dapat dilaksanakan, pekerjaan selanjutnya hanyalah mengembangkan suatu algoritma untuk membuat keputusan rutin dan otomatik. Dalam kebanyakan organisasi terdapat kesempatan – kesempatan untuk melaksanakan pengambilan keputusan terprogram karena banyak keputusan diambil sesuai dengan prosedur pelaksanaan standar yang sifatnya rutin. Akibat pelaksanaan pengambilan keputusan yang terprogram ini adalah membebaskan manajemen untuk tugas – tugas yang lebih penting.
(2) Pengambilan keputusan tidak terprogram.
Menunjukkan proses yang berhubungan dengan masalah – masalah yang tidak jelas. Dengan kata lain, pengambilan keputusan jenis ini meliputi proses – proses pengambilan keputusan untuk menjawab masalah – masalah yang kurang dapat didefinisikan. Masalah – masalah ini umumnya bersifat kompleks, hanya sedikit parameter – parameter yang diketahui dan kebanyakan parameter yang diketahui bersifat probabilistik. Untuk menjawab masalah ini diperlukan seluruh bakat dan keahlian dari pengambilan keputusan, ditambah dengan bantuan sistem infofmasi. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan keputusan tidak terprogram dengan baik. Perluasan fasilitas – fasilitas pabrik, pengembangan produk baru, pengolahan dan pengiklanan kebijaksanaan – kebijaksanaan, manajemen kepegawaian, dan perpaduan semuanya adalah contoh masalah – masalah yang memerlukan keputusan – keputusan yang tidak terprogram. Sangat banyak waktu yang dikorbankan oleh pegawai – pegawai tinggi pemerintahan, pemimpin – pemimpin perusahaan, administrator sekolah dan manajer organisasi lainnya dalam menjawab masalah dan mengatasi konflik. Ukuran keberhasilan mereka dapat dihubungkan secara langsung kepada mutu informasi yang mendasari tugas ini. Pandangan terhadap pengambilan keputusan adalah bahwa proses ini merupakan proses penggunaan informasi yang rasional, bukan proses yang emosional. Dalam hal ini, kesukaran – kesukaran dalam pengambilan keputusan dapat dikaitkan kepada:
(a) Informasi yang tidak cukup
(b) Maksud dan tujuan yang tidak dispesifikasikan secara jelas.
Pengambil keputusan mempunyai suatu cara untuk dapat memahami informasi yang menentukan efisiensi pengolahan informasinya. Pengetahuan seseorang yang lalu digabungkan dengan kecakapannya mengolah informasi akan menentukan kesanggupannya untuk mengambil keputusan.

Tingkat – Tingkat Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan berkisar dari sangat rutin dan baku (terprogram) sampai kompleks (tidak dapat diprogram). Untuk maksud klasifikasi, maka pada dasarnya ada tiga tingkat pengambilan keputusan:
(1) Pengambilan keputusan tingkat strategis
Pengambilan keputusan strategis dicirikan oleh sejumlah besar ketidak pastian dan berorientasi ke masa depan. Keputusan – keputusan ini menetapkan rencana jangka panjang yang akan mempengaruhi keseluruhan organisasi. Pengambilan keputusan tingkat strategis misalnya perluasan pabrik, penentuan produksi, penggabungan, penggolongan, pengeluaran modal dan sebagainya. Secara singkat dapat dikatakan bahwa strategi yang diputuskan itu berhubungan dengan perencanaan jangka panjang dan meliputi penentuan tujuan, penentuan kebijaksanaan, pengorganisasian, dan pencapaian keberhasilan organisasi secara keseluruhan.
(2) Pengambilan keputusan tingkat taktis.
Pengambilan keputusan taktis berhubungan dengan kegiatan jangka pendek dan penentuan sumber daya untuk mencapai tujuan. Jenis pengambilan keputusan irfi berhubungan dengan bidang – bidang seperti perumusan anggaran, analisis ariran dana, penentuan tata ruang pabrik, masalah kepegawaian, perbaikan produksi serta penelitian dan pengembangan. Bila pengambilan keputusan strategis sebagian besar mengandung kegiatan perencanaan yang menyeluruh, pengambilan keputusan taktis memerlukan gabungan dari kegiatan perencanaan dan pengawasan. Jenis keputusan ini memiliki potensi yang kecil untuk melaksanakan pengambilan keputusan terprogram. Untuk sebagian besar aturan – aturan keputusan dalam pengambilan keputusan taktis tidak tersusun dan tidak dapat dipertanggungjawabkan terhadap kebiasaan sehari – hari dan peraturan yang mengatur sendiri.
(3) Pengambilan keputusan tingkat teknis.
Pada tingkat teknis, standar – standar ditentukan dan output bersifat deterministik (sifatnya menentukan). Pengambilan keputusan teknis adalah suatu proses yang dapat menjamin bahwa tugas – tugas spesifik dapat dilaksanakan dalam cara efektif dan efisien. Tingkat ini lebih ditekankan pada fungsi pengawasan dan sedikit sekali fungsi perencanaan. Pada tingkat ini pengambilan keputusan terprogram dapat dilaksanakan. Contoh jenis pengambilan keputusan ini adalah penerimaan atau penolakan kredit, pengendalian proses, penentuan waktu, penerimaan, pengiriman, pengawasan inventaris dan penempatan karyawan.
Suatu tingkat pengambilan keputusan yang berlainan memerlukan jenis informasi yang berbeda pula. Para analis harus menyadari jenis – jenis pengambilan keputusan ini di dalam sistem informasi guna memenuhi keperluan yang berbeda – beda, karena informasi yang akan dihasilkan tergantung kepada keperluan – keperluan ini.
Perlu diperhatikan dan dipahami secara jelas bahwa dalam prakteknya di antara berbagai golongan pangambilan keputusan ini sering batas – batasnya kabur dan malahan sering tumpang tindih. Walaupun garis – garis pemisahnya tidak jelas atau kabur, namun sebagai seorang analis harus menyadari akan adanya jenis – jenis pengambilan keputusan ini dan bagaimana sistem informasi dapat dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berlainan, sebab informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akan tergantung kepada kebutuhan – kebutuhan ini.
Dalam banyak organisasi, keputusan – keputusan strategis dan taktis lebih banyak diambil berdasar intuisi, pengalaman dan kemampuan interpretasi, daripada berdasar informasi dari sistem informasi formal.
Dalam lingkup manajemen usaha dan proyek, masalah yang muncul hampir seluruhnya merupakan masalah yang usulan pemecahannya perlu dipertanggungjawabkan, bahkan terkadang seluruh prosesnya perlu diungkapkan untuk dapat diperiksa.
Hal ini menuntut penggunaan pendekatan yang bersifat formil. Sebagai contoh, keputusan suatu perusahaan untuk mengembangkan produk tidaklah dapat dilaksanakan secara intuitif. Seluruh tahapan perlu dipaparkan untuk meyakinkan pemegang saham, direksi, bagian teknik, bagian produksi dan pemasaran bahwa produk baru tersebut dapat dibuat dan memang akan menguntungkan perusahaan. Melalui pendekatan formal semacam ini, maka keputusan tidak saja dibuat akan tetapi diungkapkan pada semua pihak yang berkepentingan, sebagai usaha utama untuk meyakinkan pihak lain. Pendekatan formal ini membutuhkan sistematika yang jelas, masuk akal, seluruh tahapannya mengikuti urutan yang benar dan kesimpulan akhir merupakan hasil yang konsisten dari seluruh proses. Informasi yang disusun secara teratur dan sistematik dan selalu diperbaharui maka ia akan merupakan sarana pengambilan keputusan tidak lain merupakan usaha pentransformasian. Informasi ke dalam bentuk usulan atau alternatif.
Inti dari sistem informasi manajemen adalah penyusunan informasi secara teratur dan sistematik mengikuti struktur organisasi dan digunakan untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen. Dalam lingkup keputusan yang bersifat rutin maka sistem informasi manajemen merupakan alat bantu yang sangat diperlukan karena informasi yang terolah dengan baik dapat memberi arah pada keputusan yang baik tinggal menambahkan faktor pertimbangan yang perlu dihasilkan oleh pengambil keputusan.
Satu langkah yang lebih kontemporer lagi, adalah dengan memasukkan beberapa aspek dari mekanisme keputusan ke dalam sistem informasi manajemen tersebut, sehingga pengambil keputusan pada dasarnya hanyalah tinggal memilih saja.
Analisis Keputusan:
Sebagian besar keputusan – keputusan yang dibuat dalam hidup kita ini adalah berdasarkan intuisi. Kita mempertimbangkan pilihan – pilihan yang kita hadapi berdasarkan informasi yang telah kita miliki dan sesuai dengan preferensi kita untuk kemudian dengan proses intuitif dapat menuju suatu tindakan yang mencerminkan keputusan terbaik yang kita pilih.
Ciri utama intuisi yang amat mengganggu kita adalah kenyataan bahwa logika dari intuisi tidak dapat ditelusuri secara rasional. Bila seorang Direktur perusahaan mengambil keputusan berdasarkan intuisi, mungkin ia akan berkata, “saudara – saudara sekalian, saya telah membaca semua laporan yang masuk dan setelah mempertimbangkannya masak – masak, saya kira sebaiknya kita bergabung dengan Perusahaan X”. Meskipun mungkin keputusan tersebut merupakan pemikiran yang cemerlang, tetapi kita sama sekali tidak dapat mengevaluasinya. Tak ada jalan atau alat analisis untuk memeriksa langkah demi langkah untuk menentukan apakah keputusan tersebut merupakan suatu konsekuensi logis dari pilihan-pilihan, informasi yang tersedia dan preferensi pengambil keputusan. Semuanya itu hanya berlangsung dalam pikiran si pengambil keputusan saja dan tidak dapat menerangkan secara jelas kepada orang lain. Dalam kehidupan modern, di mana saling ketergantungan antar banyak unsur makin meningkat, maka makin pentinglah bagi seorang untuk dapat menerangkan bagaimana ia dapat sampai pada suatu keputusan. Juga adalah hal yang amat penting untuk dapat mengetahui bagaimana perubahan faktor – faktor yang berpengaruh akan dapat mengakibatkan berubahnya keputusannya yang terdahulu.
Suatu proses pengambilan keputusan yang bukan berdasarkan intuisi, tetapi berdasarkan tahapan – tahapan yang sistematik dalam analisis keputusan ini. Analisis keputusan sebagai suatu prosedur untuk menganalisis suatu persoalan keputusan. Prosedur ini pada dasarnya merupakan suatu cara untuk memastikan bahwa langkah – langkah yang penting telah benar – benar dilakukan. Sehingga sebagai satu kesatuan yang lengkap, hasil yang diperoleh dapat diyakini kebenarannya. Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa di dalam prosedur keputusan akan terdapat tiga tahapan utama, yaitu:
(1) Tahap deterministik
Dalam tahap ini perubah-perubah (Variable-variable) yang mempengaruhi keputusan perlu didefinisikan dan disalinghubungkan, perlu dilakukan penetapan nilai, dan selanjutnya tingkat kepentingan perubah diukur tanpa terlebih dahulu memperhatikan unsur ketidakpastiannya
(2) Tahap probabilistik
Ini merupakan tahap penetapan besarnya ketidakpastian yang melingkupi perubah – perubah (variable – variable) yang penting dan menyatakannya dalam bentuk suatu nilai. Dalam tahapan ini juga dilakukan penetapan preferensi atas risiko.
(3) Tahap informasional
Intinya adalah meninjau hasil dari dua tahap yang terdahulu guna menentukan nilai ekonomisnya bila kita ingin mengurangi ketidakpastian pada suatu perubah yang dirasakan penting. Dengan demikian dari tahapan ini kita dapat menentukan apakah masih diperlukan pengumpulan informasi tambahan untuk dapat mengurangi kadar ketidakpastian. Bila ternyata kita mendapatkan bahwa nilai informasi lebih kecil dibandingkan dengan ongkos yang dikeluatkan, maka tak perlu kita mencari informasi tambahan, sehingga hasil dari proses pertamalah yang kita jalankan.
Dalam hal yang sebaliknya, informasi baru yang diperoleh mungkin saja akan mengubah model dan nilai kemungkinan untuk perubah – perubah yang penting, dan jelas ini akan mengakibatkan bahwa ketiga langkah tersebut harus diulangi kembali. Prosedur ini dapat diterapkan pada berbagai situasi keputusan seperti pada masalah komersial, yaitu dalam memperkenalkan produk baru atau memperbaharui disain produk lama, dalam bidang militer, untuk pengadaan senjata baru atau menentukan sistem pertahanan yang terbaik dalam menghadapi musuh; juga dalam bidang medis, untuk menentukan prosedur perawatan pasien; dan tak lupa pula dalam masalah sosial, yaitu untuk pengaturan dan pelaksanaan pengadaan fasilitas umum; dan terakhir dalam persoalan pribadi, misalnya dalam pemilihan mobil baru, rumah, pekerjaan yang sesuai atau segala situasi keputusan lainnya dimana dapat diteraphan proses analisis yang logis.

2.2. DEFINISI SIM DAN JENIS SIM.

Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan. Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda – beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
1. Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.
2. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara – cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang – kadang diluar organisasi. Aspek – aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing. KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas – tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
4. Decision Support Systems (DSS)
DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap – tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
5. Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin – mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan – pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge – based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge – base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.
6. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer – Support Collaborative Work Systems (CSCW)
Bila kelompok, perlu bekerja bersama – sama untuk membuat keputusan semi – terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama – sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang – kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.
7. Executive Support Systems (ESS)
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik – grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.

2.3. PERAN SIM PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Dukungan sistem informasi manajemen pada pembuatan keputusan dalam suatu organisasi dapat diuraikan menurut tiga tahapan, proses pembuatan keputusan, yaitu pemahaman, perancangan (design), dan pemilihan. Dukungan SIM biasanya melibatkan pengolahan, file komputer maupun non komputer.
Pada tahap pemahaman hubungannya dengan SIM adalah pada proses penyelidikan yang meliputi pemeriksaan data baik dengan cara yang telah ditentukan maupun dengan cara khusus. SIM harus memberikan kedua cara tersebut. Sistem Informasi sendiri harus meneliti semua data dan mengajukan permintaan untuk diuji mengenai situasi – situasi yang jelas menuntut perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk masalah – masalah yang diketahui dengan jelas agar disampaikan kepada organisasi tingkat atas sehingga masalah – masalah tersebut dapat ditangani. Pada tahap ini juga perlu ditetapkan kemungkinan – kemungkinannya. Dukungan SIM memerlukan suatu data base dengan data masyarakat, saingan dan intern ditambah metode untuk penelusuran dan penemuan masalah – masalah.
Pada tahap perancangan (design), kaitannya dengan SIM adalah membuat model – model keputusan untuk diolah berdasarkan data yang ada serta memprakarsai pemecahan – pemecahan alternatif. Model – model yang tersedia harus membantu menganalisis alternatif – altematif. Dukungan SIM terdiri dari perangkat lunak statistika serta perangkat lunak pembuatan model lainnya. Hal ini melibatkan pendekatan terstruktur, manipulasi model, dan sistem pencarian kembali data base.
Pada tahap pemilihan, SIM menjadi paling efektif apabila hasil – hasil perancangan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong pengambilan keputusan. Apabila telah dilakukan pemilihan, maka peranan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik dan penilaian kemudian.
Dukungan SIM pada tahap pemilihan adalah memilih berbagai model keputusan melakukan analisis kepekaan (analisis sensitivitas) serta menentukan prosedur pemilihan. Dukungan SIM untuk pembuatan keputusan terdiri dari suatu database yang lengkap, kemampuan pencarian kembali database, perangkat lunak statistika dan analitik lainnya, serta suatu dasar model yang berisi perangkat lunak pembuatan model – model keputusan.
Pada dasarnya peranan SIM tersebut pada proses pemahaman, yang menyangkut penelitian lingkungan untuk kondisi – kondisi yang memerlukan keputusan. Istilah pemahaman di sini mempunyai arti sama dengan pengenalan masalah. Kemudian pada proses perancangan serta pada prosed pemilihan.
Sering orang menyatakan bahwa komputer akan mengambil keputusan, ini merupakan suatu pemyataan yang salah kaprah dan tidak mengetahui letak peranan komputer serta bagaimana suatu proses pengambilan keputusan dilakukan. Keputusan sebenarnya hanya dapat diambil atau dilakukan oleh manusia.Oleh karena itu, manusia pengambil keputusan harus selalu menjadi bagian dari suatu pemilihan. Suatu algoritma keputusan, suatu aturan keputusan atau suatu program komputer hanya membantu dengan memberikan dasar untuk suatu keputusan, akan tetapi pemilihan keputusan dilakukan oleh seorang manusia. Pernyataan komputer mengambil keputusan pada umumnya didasarkan atas anggapan bahwa beberapa keputusan dapat diprogramkan, sedangkan keputusan – keputusan yang lain tidak. Hal ini mengingatkan bahwa klasifikasi tentang keputusan terprogram dan tidak terprogram sangat penting untuk perancangan SIM. Ada suatu kecenderungan di antara para perancang SIM untuk beranggapan, bahwa suatu database (pusat data) saja akan banyak memperbaiki pengambilan keputusan. Pandangan demikian sebenarnya telah mengabaikan akan adanya tiga unsur dalam pengambilan keputusan yang berperan penting, yaitu; data, model atau prosedur keputusan, dan pengambil keputusan, itu sendiri. Oleh karena itu pengambilan keputusan dapat diperbaiki dengan data yang lebih baik, model keputusan yang lebih baik, atau pengambil keputusan yang lebih baik (lebih terlatih, lebih banyak pengalaman, dan sebagainya).
Pada dasarnya, suatu sistem informasi memiliki sifat yang hampir sama dengan sistem produksi yang mengkonversikan bahan baku menjadi produk yang mungkin langsung digunakan oleh konsumen atau menjadi bahan baku untuk fase konversi berikutnya. Sistem informasi mengkonversi data kasar menjadi suatu laporan yang dapat dipakai atau menjadi input untuk proses lanjutan. Banyak manajemen yang tidak puas dengan sistem informasi mereka dan secara tajam langsung menyalahkan sistem komputer. Tiga alasan yang dapat menimbulkan hal ini adalah:
(a) Besarnya harapan yang tidak terpenuhi.
(b) Tidak tepatnya analisis sistem
(c) Sindroma komputer yaitu anggapan bahwa komputer mampu menanggulangi segala kelemahan manajemen.
Komputer hanya dapat dimanfaatkan bila telah dianalisis berdasarkan perbandingan biaya dengan efektifitasnya dan digunakan secara layak. Keunggulan komputer sebagai suatu alat terletak di dalam kemampuannya mengolah data yang banyak dan kompleks serta melakukan perhitungan – perhitungan yang rumit dalam waktu yang singkat.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah kemauan orang – orang di dalam manajemen untuk bersikap terbuka dalam menyampaikan masalah – masalah yang ingin dibantu pemecahannya dengan menggunakan komputer.

BAB III
PENUTUP

Sebuah organisasi, apalagi organisasi yang besar yang memiliki jaringan transaksi yang cukup besar, sangat membutuhkan tersedianya informasi. Selain itu adanya departemenisasi dalam suatu organisasi, kebutuhan informasi bukan merupakan persoalan yang sederhana. Kebutuhan informasi bukan hanya berkaitan dengan relasi di luar organisasi, tetapi juga berkaitan dengan personil yang ada pada departemen dalam organisasi yang bersangkutan. Oleh karena itu diperlukan koordinasi dan komunikasi yang sistematik.
Semakin kompleksnya kegiatan dan berkembangnya unit/satuan/departemen yang ada dalam suatu organisasi, semakin mempersulit koordinasi dan komunikasi apabila tidak diciptakan suatu sistem. Apabila hal itu terjadi, maka akan menimbulkan kesulitan dalam pengambilan keputusan.

Created by ZAKY ALKAZAR NASUTION

DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com

Add a comment Juni 6, 2009

UU-ITE

Latar Belakang Penyusunan UU-ITE :
1. Maraknya penyalahgunaan transaksi elektronik
2. Mudahnya penyebaran materi pornografi
3. Pertarungan dua mahzab UI vs. UNPAD

Pasal-Pasal Penting :
Pasal 27 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribu- sikan dan/atau mentransmi-sikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan , yang memiliki muatan perjudian , yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik , yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman .
Pasal 28 ayat (1) : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik .
Pasal 28 ayat (2) : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Pasal 29 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.
Pasal 36 : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain.
Pasal 37 : Setiap orang dengan sengaja melakukan perbuatan yang dilarang sebagai-mana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 di luar wilayah Indonesia terhadap Sistem Elektronik yang berada di wilayah yurisdiksi Indonesia.

Sanksi Pelanggaran :
1. Pasal 27 : Penjara maks. 6 Thn dan Denda maks. Rp 1 M
2. Pasal 28 : Penjara maks. 6 Thn dan Denda maks. Rp 1 M
3. Pasal 29 : Penjara maks. 12 Thn dan Denda maks. Rp 2 M
4. Pasal 36 : Penjara maks. 12 Thn dan Denda maks. Rp 2 M

Attention :
1. Tidak ada pengertian yang jelas mengenai “kesusilaan”, “pencemaran nama baik” dan “penghinaan”.
2. Tidak ada ketentuan dalam UU ITE yang menyatakan bahwa tindak pidana dalam UU ITE adalah delik aduan.

Agar bisa tetap mengkritik, tapi aman dari tuntutan hokum :
1. Bukan sekedar mencari perhatian
2. Fokus pada masalah
3. Dukung dengan fakta dan data
4. Berikan solusi
5. Terbuka pada saran atau masukan
6. Jangan ragu minta maaf

http://www.arijuliano.com

Add a comment Juni 6, 2009

Satelit Indostar II Diluncurkan Maret 2009

Media Citra Indostar (MCI) bekerjasama dengan Protostar membangun Satelit Indostar II yang saat ini sedang dibangun di Los Angeles Amerika Serikat, dan direncanakan diluncurkan Maret 2009 di Kazakhstan.

“Komitmen MCI untuk membangun satelit yang dimanfaatkan untuk seluruh masyarakat Indonesia khususnya untuk penyiaran, ditunjukkan dengan cara mengundang Pemerintah dalam hal ini Depkominfo yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh bersama Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Fredy Tulung ke Boeing – LA, untuk melihat perkembangan tahapan pembangunan Satelit Indostar II dan persiapan rencana peluncuran pada bulan Maret 2009 mendatang,” kata Rudi Tanoesudibyo dari MCI, dalam acara jumpa pers bersama dengan Menkominfo M. Nuh, didampingi Dirjen SKDI, Fredy Tulung, Rabu lalu (19/11).

Satelit MCI sebelumnya disebut dengan Cakrawarta I/Indostar I, mulai melayani masyarakat Indonesia sejak peluncurannya pada 1997. Satelit ini adalah satu-satunya satelit untuk broadcasting (penyiaran) di Indonesia yang berada pada orbital S-Band. Satelit ini memiliki lima transponder yang telah melayani Indovision selama lebih dari 11 tahun dengan layanan hampir 56 channel televisi dan 19 radio jaringan serta televisi lokal dan televisi jaringan dengan teknologi digital pertama di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi broadcasting MPEG-2. “Dapat dikatakan Satelit MCI selama ini melayani puluhan juta masyarakat Indonesia,” kata Menkominfo.

Sedangkan satelit MCI yang saat ni dibangun dengan nama Indostar II merupakan satelit yang memiliki kapasitas dua kali lipat dibandingkan sebelumnya, dan diperkirakan akan bisa melayani sekitar 120 channel dengan teknologi MPEG-2 dan 140 channel dengan teknologi MPEG-2 dan MPEG-4. Indostar II akan melayani dua televisi berbayar, televisi lokal dan televisi berjaringan serta radio-radio berjaringan dengan investasi yang digunakan untuk pembangunan satelit ini mencapai 300 juta dolar Amerika.

Saat peluncuran satelit Indostar II pada Maret 2009 nanti yang dilakukan di Kazakhstan, MCI akan mengundang beberapa perguruan tinggi untuk melihat satelit dan peluncuran secara lebih dekat. “Hal ini juga untuk memberikan informasi mengenai satelit yang diperuntukkan untuk broadcasting dan merupakan satu-satunya di Indonesia. Kunjungan ini akan menjadi rangkaian adanya kerjasama dengan perguruan tinggi,” kata Rudi Tanoesudibyo. Ada pun pengendalian satelit ini akan dilakukan dari Stasiun Pengendali Satelit TT&C (Telemetry, Tracking and Command) yang sedang dibangun di lokasi Indovision di Jl. Raya Panjang, Jakarta Barat.
TUP ( redaksi@wartaegov.comredaksi@wartaegov.com )
Sumber: Press Release

Foto: http://www.orbital.com

PELUNCURAN SATELIT INDOSTAR II

Roket Proton Breeze M lepas landas dari pusat peluncuran roket Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, kemarin btanggal pagi. Roket ini mengantarkan satelit Indostar II menuju orbit.
Kehadiran satelit tersebut akan membuka peluang-peluang baru bagi Indonesia, terutama dalam industri penyiaran dan industri kreatif.Indostar II lepas landas pada pukul 00.57 GMT atau pukul 07.57 WIB dengan menumpang roket Proton Breeze M,produksi Khrunichev Research and Production Space Center,yang merupakan produsen wahana antariksa utama Rusia. Peluncuran disaksikan langsung tim PTMNCSky Vision(Indovision) yang dipimpin Direktur Utama Rudy Tanoesoedibjo.

Proton Breeze M dikenal sebagai roket tangguh yang sanggup meluncur dalam kondisi-kondisi ekstrem.Namun, Proton Breeze M tidak harus menghadapi tantangan cuaca saat meluncurkan Indostar II karena cuaca saat peluncuran sangat bersahabat. Matahari pagi bersinar cerah menerangi padang rumput di sekitar Launch Pad 39 di mana roket Proton Breeze M berdiri tegak menghadap langit.Suhu musim semi di Baikonur mencapai 14–16 derajat Celsius dan angin berembus dengan kecepatan 4–6 meter per detik.
Roket Proton Breeze M mulai dinyalakan pada dua detik sebelum peluncuran.Pada satu detik sebelum peluncuran, tenaga dorong roket itu ditingkatkan hingga 40% dari total. Setelah itu, tenaga didongkrak penuh hingga 100%. Proton Breeze M pun lepas landas. Asap tebal berwarna putih menyiratkan kilau keperakan akibat cahaya Matahari pagi saat Proton Breeze M melesat ke angkasa menembus langit.Detik-detik pertama peluncuran ini adalah masa-masa paling kritis.
Selama dua menit pertama, Proton Breeze M terbang denganroketpendorongpertama.Ini adalah roket pendorong bertenaga paling besar dari tiga roket pendorong yang diusung Proton Breeze M. Pada dua menit pertama setelah peluncuran, Proton Breeze M memerlukan roket pendorong bertenaga sangat besar karena saat itu gravitasi bumi masih berpengaruh kuat terhadap roket ini. Dua menit berlalu,Proton Breeze M pun mulai terbebas dari gravitasi bumi.
Pada tahap ini, roket tersebut masih dapat dilihat dengan mata telanjang.Ketika pengaruh gravitasi bumi berkurang,Proton Breeze M pun melepas roket pendorong pertama dan beralih ke tenaga roket pendorong kedua. Proton Breeze M melesat semakin tinggi hingga tidak terlihat lagi. Roket pendorong kedua ini digunakan hingga lima menit setelah Proton Breeze M meninggalkan landasan. Setelah itu, roket pendorong kedua pun dilepas.
Hingga menit kesembilan setelah peluncuran, satelit Indostar II melesat ke angkasa luar dengan roket pendorong ketiga dari Proton Breeze M. Pada menit ke-11 setelah peluncuran, satelit Indostar II melesat sendirian di angkasa luar dengan dukungan tenaga roket suborbit. Roket itu lima kali dihidup-matikan untuk mendorong Indostar II ke posisi orbit yang dikehendaki. Pada jam kesembilan setelah peluncuran, roket pendorong suborbit itu pun dilepas dan Indostar II meluncur secara mandiri di orbit.
Diperlukan waktu hingga sembilan hari bagi Indostar II untuk mencapai titik orbit yang diinginkan,yaitu 107,7 BT (Bujur Timur) padaketinggian36.000 km di atas permukaan laut. Peluncuran roket Proton Breeze M yang mengangkut satelit Indostar II ini dilakukan International LaunchServices(ILS) Inc,pemimpin industri jasa peluncuran satelit komersial di dunia. Setelah mengorbit, satelitIndostarIIakandioperasikan PT MediaCitra Indostar (MCI).
MCI akan memanfaatkan satelit itu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan televisi berlangganan Indovision di Indonesia. Indostar II diorbitkan untuk menggantikan satelit Indostar I yang sudahmengorbitsejak1997. IndostarII memiliki masa operasi 15 tahun. Satelit Indostar II diproduksi oleh Boeing Co. Satelit ini adalah tipe BS 601 HP. Ini adalah satelit paling laris produksi Boeing. Saat ini,diperkirakan ada sekitar 50 buah satelit BS 601 HP yang sudah mengorbit. Namun bagi Indonesia, Indostar II merupakan satelit penyiaran berkinerja tinggi yang pertama.
Sebagai satelit generasi baru, Indostar II menawarkan sejumlah peningkatan kinerja dibandingkan Indostar I. Di antaranya Indostar II memiliki lebih banyak transponder, memiliki jangkauan lebih luas,dan memiliki sinyal lebih kuat. Corporate Secretary PT MNC Sky Vision (Indovision) Arya Mahendra Sinulingga menjelaskan, dengan berbagai kelebihan satelit Indostar II,Indovisionakan mampu menyajikan layanan penyiaran DTH (direct-to-home) dengan kapasitas dua kali lebih banyak daripada dengan satelit Indostar I.
Dengan jangkauan satelit Indostar II yang lebih luas,Indovisionjuga akan mampu melayani lebih banyak wilayah di Indonesia. Adapun dengan sinyal Indostar II yang lebih kuat, layanan Indovision kelak akan lebih tahan terhadap cuaca sehingga ketika hujan besar terjadi, layanan Indovision masih bisa dinikmati dengan baik oleh pelanggan. “Saat dunia dilanda krisis keuangan global,masih ada perusahaan swasta nasional berani meluncurkan satelit ini karena dunia broadcasting (penyiaran) adalah sarana penting bagi kehidupan berbangsa.
Tidak dapat dimungkiri, media untuk menyatukan serta memberikan informasi kepada masyarakat masih didominasi penyiaran,” tutur Arya. Selain untuk penyiaran televisi, satelit Indostar II juga mampu menyajikan komunikasi internet berkecepatan tinggi. Potensi ini penting untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif di Indonesia. Satelit Indostar II mampu menyediakan layanan komunikasi dua arah yang menjangkau Indonesia, India,Filipina,dan Taiwan.
Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (SKDI) Depkominfo Freddy H Tulung menyaksikan langsung peluncuran Indostar II di Kazakhstan. Freddy menilai, peluncuran satelit Indostar II akan membawa kemajuan dalam bidang penyiaran di Indonesia.“Atas nama Depkominfo, kami mengucapkan selamat kepada Indovision atas kesuksesan peluncuran satelit Indostar II,”ungkap Freddy.
Setelah Indostar II mencapai orbit 107,7 BT pada sembilan hari setelah peluncuran, satelit itu akan menjalani berbagai pengujian fungsi. Setelah pengujian selesai, IndostarIIdiperkirakanmulaiberoperasi pada pertengahan Juni 2009. (ahmad fauzi)
sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/239010/

Add a comment Juni 6, 2009

MASALAH IT-KPU DAN SOLUSINYA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Laporan ini dibuat selain untuk menyelesaikan tugas Sistem Informasi Manajemen juga karena timbulnya berbagai masalah di dalam KPU yang berhubungan dengan IT.Kita perlu menganalisis kesalahan-kesalahan yang ditimbulkan oleh KPU agar dalam pemilihan presiden nantinya dapat berjalan lebih lancar dan dapat melakukan penghitungan suara dengan cepat dan tepat.Untuk itu dengan diketahuinya kekurangan dalam IT pada pemilu kemarin maka akan dapat dicarikan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

1.2. RUMUSAN MASALAH
Dalam laporan ini akan dibahas mengenai masalah-masalah yang timbul dalam rekapitulasi penghitungan suara di KPU khususnya yang berhubungan dengan IT.Mulai dari perangkat keras yang digunakan, SDM, hingga masalah yang timbul dikarenakan kurangnya security.Dan akan dibahas juga mengenai solusi yang dapat diambil untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.Serta apa yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam mewujudkan IT-KPU yang lebih baik dalam pemilu yang akan datang.

1.3. TUJUAN
Tujuan yang ingin saya capai dalam pembuatan laporan ini adalah :
1. Menyelesaikan tugas matakuliah Sistem Informasi Manajemen.
2. Mengetahui masalah-masalah yang timbul pada IT-KPU dalam melakukan penghitungan suara.
3. Memberikan solusi yang tepat untuk masalah-masalah yang timbul dalam IT-KPU agar pada pemilu mendatang berjalan lebih baik.

1.4. MANFAAT
Laporan yang dibuat ini diharapkan dapat memberikan masukan terkait dengan penggunaa IT yang tepat untuk digunakan pada pemilihan presiden mendatang.Dan dapat memberikan pedoman bagi KPU tentang apa yang harus dikerjakan dipemilu selanjutnya.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. PERMASALAHAN YANG TIMBUL MENGENAI IT-KPU
2.1.1. Terjadinya Permasalahan Sejak Awal
Berbagai masalah yang menyertai TI KPU sebenarnya sudah terjadi sejak awal persiapannya.Hal itu bisa dibuktikan ketika Ketua KPU Abdul Hafiz Anshari tiba-tiba memecat alias tak lagi mengikutsertakan Ketua dan Sekretaris Tim TI KPU Dr Bambang Edi Leksono dan Hemat Dwi Nuryanto dalam persiapan terakhir.
Hafiz saat itu berkilah, awal mula perselisihan ini akibat KPU punya pandangan lain, sedangkan Ketua TI KPU juga punya pandangan berbeda. Perbedaan yang dimaksud salah satunya terkait penggunaan teknologi Intellegent Charracter Recognition (ICR), yang nantinya akan memegang peran penting dalam rekapitulasi suara.
Tak pelak, kedua orang yang disingkirkan tersebut memiliki asa pesimistis terhadap lembaga yang pernah diperkuatnya tersebut. KPU sendiri, di tengah kejaran deadline hari pencontrengan dan segunung harapan dari masyarakat akhirnya mengambil langkah taktis dengan meminta bantuan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).Dengan dalih untuk menyelamatkan kepentingan bangsa dan negara, BPPT tentu saja menerima todongan tersebut.Tak tanggung-tanggung, sebanyak 25 orang ahli TI dari BPPT diterjunkan untuk menyiapkan segala sesuatunya.
Mendapati produk yang setengah jadi, tim BPPT pun mengakui tak memiliki target muluk untuk menyediakan sistem TI pemilu yang wah. Mereka pun mengeluarkan target klise, mereka mengupayakan sebisa mungkin.
Hasilnya, ya semaksimal yang diupayakan. Situs Tabulasi Nasional yang beralamat di tnp.kpu.go.id di awal kelahirannya sempat down sehingga sulit diakses sampai puncaknya suara yang masuk ke Tabulasi Nasional berjalan bak semut.
Jika sudah begini, seperti biasa, setiap pihak yang ditodong coba mengeles bak jurus Tai Chi. Bahkan ironisnya, tim TI KPU dalam beberapa hari terakhir mendadak ngumpet, sulit sekali dihubungi. Telepon tak diangkat, SMS pun tak dibalas.

2.1.2. Kambing Hitam ICR

Penggunaan teknologi ICR yang pada awalnya menuai kekhawatiran akhirnya benar-benar menjadi biang kesalahan. Seperti diketahui, dengan sistem ini, formulir C1-IT, yakni hasil rekap perolehan suara di TPS yang dibuat khusus dan ditulis tangan, akan dikirim ke kelurahan dan diteruskan ke KPUD Kabupaten/Kota untuk discan.

Hasil scanning yang berbentuk image ini kemudian ditafsirkan ke dalam bentuk angka dan huruf lewat ICR. Hasilnya lantas dikirim ke KPU pusat untuk diproses dan ditayangkan di website khusus sebagai hasil perolehan suara per TPS.Namun, itu kan harapan di atas kertas. Sementara implementasinya tak semanis itu. Dikatakan praktisi TI dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ir Dedy Syafwan MT, kerawanan sistem TI KPU justru terletak pada ICR itu sendiri.
Akurasi pemindahan dari gambar ke angka dan huruf belum teruji. Angka 7 di gambar bisa teridentifikasi sebagai angka 1, angka 6 bisa jadi 0, dan sebagainya. Demikian juga huruf dari a hingga z, bisa berubah dari aslinya karena form C1-TI ditulis tangan.Mengingat adanya potensi kesalahan ini, kata Dedy, perlu proses validasi dan verifikasi atas hasil ICR untuk memastikan kebenaran datanya. Jika tidak, sangat mungkin hasil ICR berbeda dengan data yang tertulis di formulirnya.
Apalagi jumlah formulirnya mencapai ribuan mengingat jumlah TPS per kabupaten/kota bisa lebih dari 1.000, dan tiap TPS menyetor 8 lembar formulir.

2.1.3. KPU Masih Gunakan Infrastruktur TI 2004
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat ternyata belum membenahi infrastruktur teknologi informasi (TI) yang dimilikinya. Bahkan hingga kini, KPU masih menggunakan infrastruktur tahun 2004.Sampai sekarang kita masih memakai infrastruktur yang ada sejak tahun 2004, belum ada perubahan sama sekali.Seharusnya KPU sudah melakukan tender pengadaaan jaringan TI sejak Agustus lalu. Namun hingga kini berita mengenai pelelangannya pun belum terdengar. Padahal fungsi pengadaan jaringan bertujuan untuk memudahkan petugas memasukkan data hasil penghitungan suara.Hal ini cukup memprihatinkan. Pasalnya, pemilihan umum yang akan berlangsung empat bulan lagi ternyata tidak didukung dengan infrastruktur IT yang memadai. Apalagi, infrastruktur TI KPU yang digunakan sejak tahun 2004 tersebut ditengarai rawan disusupi dedemit maya. Buktinya, pada awal penggunaannya, tepatnya April 2004, sistem pengamanan komputer di KPU sempat diganggu hacker yang menyusup melalui jaringan internet KPU dan mengganti beberapa nama partai yang ada dalam database KPU.

2.1.4. Infrastruktur Lama Perlambat Kinerja KPU
Infrastruktur teknologi informasi (TI) lama yang digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) diprediksi akan memperlambat kinerja lembaga itu. Bahkan diprediksi akan terjadi banyak permasalahan yang ditimbulkan.KPU seharusnya memutakhirkan infrastruktur yang ada, khususnya peranti lunak dan data pemilih. Pasalnya, sering terjadi kesalahan fatal yang mengakibatkan hilangnya data pemilih.Penggunaan infrastruktur lawas dalam proses pemilihan umum yang akan dilaksanakan April nanti pastinya akan memperlambat kinerja KPU. Padahal fungsi pengadaan jaringan bertujuan untuk memudahkan petugas memasukkan data hasil penghitungan suara dengan cepat dan akurat.

2.1.5. Sistem Statis Sebabkan Update KPU Lamban
Meski telah menyiapkan sistem yang transparan agar masyarakat dapat melihat hasilnya namun data update dari KPU tergolong lamban. Hal ini dikarenakan sistem statis yang diterapkan IT KPU. File-file yang ditampilkan adalah file statis untuk internet. Sedangkan untuk intranet, diberikan file-file yg dinamis. Jika pusat tabulasi dinamis maka hacker akan lebih cepat menyerang. Hal ini yang menjadi pertimbangan tim IT KPU untuk secara sengaja memperlambat update, demi kepentingan keamanan.Selain itu, proses transfer data dari KPUD ke KPU itu memakan waktu yang cukup lama. Antriannya cukup panjang karena tim IT KPU masih harus memverifikasi data yang masuk, terutama form C1 IP.Hingga saat ini memang belum ditemukan kesalahan yang disengaja tapi kesalahan-kesalahan teknis seperti hasil pemindahan, itu cukup banyak.Jika menggunakan sitem dinamis, server database yang besar itu akan lelah setelah hit sekian puluh ribu.Perlu diketahui, klik satu kali yang dilakukan pembaca maka sistem harus mengenerate ribuan file-file html. Hal ini juga yang menyebabkan diperlukannya waktu yang cukup lama dan terkesan lamban.

2.1.6. 500 KPUD Diprediksi Alami Masalah ICR
Tim IT KPU memprediksi, sekira 500 Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) akan mengalami permasalahan terkait teknologi Intelligent Character Recognition (ICR). Banyak KPUD yang belum mengerti tentang ICR. Ini terbukti dengan banyaknya laporan dan pertanyaan yang masuk ke helpdesk IT KPU. Dari sisi teknologi tim IT KPU menyatakan sudah cukup siap, namun tidak demikian dari sisi SDM dan masalah proses penggunaan yang masih kacau. Masalah proses misalnya, yang ternyata harus terhalang karena perbedaan ukuran kertas di setiap KPUD. Sedangkan dari sisi SDM, KPU mengakui masih ada saja SDM yang belum mengerti. Padahal permasalahan ini telah diantisipasi oleh KPU dengan mengadakan bimbingan teknologi selama dua hari.

2.1.7. Publikasi IP Server VPN, KPU Picu Penyusupan Hacker
Adanya publikasi alamat IP Server VPN milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di situs resmi KPU diprediksi mampu mengundang rasa penasaran hacker.
KPU sebenarnya tidak perlu mempublikasikan alamat IP server VPN-nya di situs mereka karena hal ini akan mengundang rasa penasaran hacker untuk mencoba menerobos jaringan KPU. Adanya publikasi IP server VPN tersebut akan sangat memudahkan para hacker untuk melacak alamat IP server-server KPU yang lain, apalagi yang berada di daerah-daerah.Untuk memproteksi sistem keamanan ini pun KPU dinilai masih kurang.KPU memang mempublikasikan alamat IP server VPN di situs resmi mereka. Selain mempublikasikan nomor hotline Helpdesk, KPU juga menyediakan koneksi intranet melalui VPN.
2.1.8. Server Mati, IT KPU Susah Dihubungi
Matinya server dan komputer di pusat tabulasi nasional KPU di Hotel Borobudur membuat kecewa banyak pihak. Apalagi tidak ada satupun pihak IT KPU yang berada di tempat.Banyak tim pemantau dari partai maupun LSM yang merasa kecewa dengan adanya kerusakan ini.

2.1.9. KPU Gunakan Server Tua, Jumlah dan Spec Tidak Memadai
Banyak kendala yang menyebabkan IT KPU bekerja tidak maksimal dan cenderung rentan gangguan. Selain kelalaian manusia, kerusakan hardware dan sistem, kurang memadainya technical support dan server sistem juga menjadi alasan yang cukup kuat.Sistem statis IT KPU diprediksi kurang tepat untuk digunakan karena update-nya yang lambat. Semestinya, KPU bisa menggunakan sistem dinamis, semacam database server yang bisa dipisahkan dengan web server, serta menggunakan teknologi Cluster seperti Oracle Real Application Server (Oracle RAC).Sistem kerjanya mirip server mainframe dengan konsep high availability paralel server system. Hanya saja Oracle RAC ini mampu menangani input data yang sangat besar dan banyak.Selain itu, backbone koneksi jaringan juga harus memadai, harus disiapkan backup koneksi yang tepat. Bahkan jika memungkinkan harus dilakukan trunking atau link agregation.Jumlah dan spesifikasi server yang bagus dan memadai tentu akan mendukung kinerja server dalam mengolah data dengan kapasitas yang besar.Seharusnya KPU tidak menggunakan server tua, apalagi dengan mendatangkan bala bantuan di saat server KPU sudah diambang kritis.

2.1.10. Sistem IT KPU Solo Terganggu
Sistem teknologi informasi (IT) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo dalam penghitungan suara DPR mengalami gangguan, lantaran adanya permasalahan dalam software komputer yang dimiliki KPU Solo. Akibatnya penghitungan suara DPR di KPU terhambat, yakni hanya 10% yang baruk masuk sistem. Penghitungan untuk suara DPR dilakukan kali pertama secara nasional, karena bakal dijadikan dasar untuk menentukan parliamentary thresshold.

2.2. SOLUSI YANG DAPAT DILAKUKAN
Pemilihan presiden yang akan berlangsung tidak lama lagi memaksa KPU untuk berpikir keras agar kekacauan yang terjadi di pemilihan legislatif tidak terulang kembali. Untuk itu KPU harus segera melakukan audit. Audit yang harus dilakukan adalah tentang kelayakan penggunaan teknologinya. Elemen yang perlu diaudit seperti jaringan, software, SDM, dll.Selain itu sebaiknya dilakukan semacam seminar yang akan melibatkan berbagai pakar IT di Indonesia.Tujuannya agar mereka dapat memberi masukan terkait penggunaan IT yang tepat untuk digunakan pada pemilihan presiden mendatang. Dengan adanya seminar ini, diharapkan muncul solusi bagi IT KPU yang sudah berwujud cetak biru (blueprint) yang bisa dijadikan pedoman bagi KPU. Inilah yang harus dikerjakan di pilpres sehingga tidak terjadi kasus seperti di pileg.

BAB III
PENUTUP

3.1. 3.1. KESIMPULAN
Melihat kinerja IT KPU, sepertinya team IT KPU belum siap dengan koneksi jaringan IT yang baik. Jaringan (network) yang establish belum tentu bisa menjamin jaringan tidak down (over load) saat dilewati data dari seluruh Indonesia,secara bersamaan. Dalam perhelatan akbar seperti Pemilu harusnya perencanaan atau instalasi TI-nya tidak asal jadi. Seyakin apapun, tentang performance jaringan atau suport system yang dibangun, tetapi untuk mensuport acara besar seperti Pemilu harusnya tetap disediakan jaringan back up, untuk mengantisipasi kendala-kendala yang mungkin terjadi.

3.2. SARAN
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi sebaiknya pemerintah membuat rencana-rencana cadangan.Pemerintah juga harus mengadakan infrastruktur yang memadai demi kelancaran KPU dalam melaksanakan tugasnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://pemilu-2009.infogue.com/kinerja_it_kpu
http://www.solocityview.com/berita/666.html
http://news.id.msn.com/okezone/komputer/article.aspx?cp-documentid=2553590
http://gbt.blogspot.com/2004/05/opini-pribadi-sistem-it-kpu-saat-ini.html
http://www.detikinet.com/read/2009/04/21/065853/1118580/398/it-kpu-gagal-total

Add a comment Juni 6, 2009

TREND PERKEMBANGAN IT

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 . LATAR BELAKANG
Di era globalisasi ini cepatnya penerimaan informasi sangat penting bagi perusahaan-perusahaan agar dapat meningkatkan kompetensi dan kinerja.Informasi tersebutdapat berupa informasi penjualan, pembelian, keuangan dan sebagainya, yang dibutuhkan oleh user dari suatu perusahaan dari berbagai serverbasis data di mana pun dan kapan pun.
Perusahaan yang memiliki cabang di berbagai tempat dengan jarak yang cukup jauh akan mengalami kesulitan dalam hal ketersediaan data (availability) dari keseluruhan cabang. Jika masing-masing cabang memiliki basis datanya sendiri-sendiri dan tidak terintegrasi antara satu dengan yang lainnya maka analis perusahaan tidak dapat memberikan suatu keputusan yang baik. Belum lagi munculnya masalah di mana adanya kemungkinan server yang gagal atau down yang menyebabkan data tidak dapat diakses oleh user atau bila penuhnya traffic pada jaringan yang menyebabkan jaringan menjadi lambat. Begitu pula halnya dengan sales, mereka akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan suatu transaksi bila data yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh atau diakses pada saat itu juga. Padahal sales selalu dalam perjalanan dan tidak selalu terkoneksi dengan basis data server (menggunakan laptop).
Jarak, server dan network merupakan permasalahan dalam pengumpulan atau pelaksanaan transaksi manipulasi data dan query. Hal ini melatarbelakangi kebutuhan perusahaan akan suatu sistem basis data yang dapat memecahkan permasalahan tersebut supaya proses transaksi manipulasi data dan query yang diminta dapat dijalankan dalam waktu yang cepat dan akurat, serta terjamin ketersediaan datanya.
Teknologi sistem data base terdistribusi hadir dalam mengatasi permasalahan di atas. Dengan berkembangnya teknologi ini maka setiap vendor basis data saling bersaing dalam mewujudkan basis data yang terdistribusi pada produk basis data yang dihasilkannya, agar tercipta rasa puas dari para pelanggan. Setiap vendor basis data terdistribusi memiliki solusi replikasi yang dapat digunakan untuk melakukan implementasi sistem terdistribusi.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Dalam laporan ini akan dibahas mengenai trend perkembangan hardware, teknologi mulai dari input sampai output dan storage tentang software operating system, software sistem lain dan software aplikasi. Di sini juga akan dibahas mengenai trend teknologi yang digunakan saat ini yaitu teknologi basis data serta teknologi jaringan dan telekomunikasi. Bila mengikuti trend perkembangan teknologi memang sangat pesat. Juga muncul berbagai macam software untuk memudahkan pekerjaan. Untuk dapat mengetahui perkembangan software dan menggunakannya maka kita harus mempelajari software-software tersebut.

1.3. TUJUAN
Tujuan yang ingin saya capai dalam pembuatan laporan ini adalah :
1. Menyelesaikan tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajement.
2. Mempelajari dan mendalami trend perkembangan hardware, software operating system, software aplikasi, dan software sistem yang lainnya.
3. Mempelajari dan mendalami trend teknologi basis data dan teknologi jaringan dan telekomunikasi.

1.4. MANFAAT
Laporan yang dibuat ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai trend perkembangan hardware, software operating sistem, software aplikasi, dan lain sebagainya serta trend teknologi basis data dan teknologi jaringan dan telekomunikasi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. TREND PERKEMBANGAN HARDWARE

“VERCOLISH!” – Versatile, Compact and Stylish! Itulah trend paling mencolok dari perkembangan hardware komputer saat ini. Paduan antara teknologi, ke-praktis-an, dan gaya pada seonggok plastik dan logam yang bernama hardware komputer. Bila sepuluh tahun lalu satu teknologi, atau satu model bisa bertahan hingga 3 tahun-an, saat ini periode umur teknologi dan juga modelnya tergolong pendek, bahkan dalam satu tahun bisa mengalami hingga dua-tiga kali. Bagi konsumen yang tahu kapan waktu yang tepat untuk membeli komputer, tentu ini akan sangat menguntungkannya karena umumnya setiap kali model dengan teknologi baru muncul, yang lama langsung jatuh harganya. Namun bagi kebanyakan konsumen hal ini bisa menjadi sumber kekecewaan karena seolah-olah dipermainkan oleh para industrialis.
Lepas dari hal itu, pola pertumbuhan serta perkembangan teknologi hardware komputer sebenarnya sudah terbaca, dan berdasarkan oleh itu pula, bisa saya paparkan ilustrasi trend-trend-nya untuk tahun 2007-2008.
2.1.1 Personal Computer
Soal PC, jangan pernah anggap enteng komputer rakitan. PC rakitan bahkan berani beri garansi lebih lama daripada yang branded dan karena rakitan, kompatibilitasnya dengan berbagai komponen besutan manufacturer lain sangat tinggi. Perkiraan kasar yang saya dapat dari berbagai media 70% dari pangsa pasar PC nasional adalah PC rakitan. Brand awarness memang tumbuh pesat, namun trend pertimbangan konsumen lebih bergeser ke arah affordability dan functionality, bahkan untuk kelas korporat sekalipun. Faktor pendukungnya adalah bahwa PC rakitan lebih murah, model tak kalah bagus, kalau rusak mudah diperbaiki, dan komponen-nya mudah didapat. Selain itu PC rakitan ‘dianggap’ tidak melawan HAKI atas merek atau model tipe tertentu dari pabrikan yang sudah mapan.

2.1.2 Notebook
Tahun depan notebook akan memiliki standard kelengkapan fasilitas Wi-Fi, Bluetooth & long-life batery (di atas 2 jam) dan untuk memudahkan mobilitas, berat tak bisa lebih dari 2.2 kg dengan layar favorit WXGA (Wide Extended Graphic Array/ layar lebar) ukuran 12 s/d 14.1 inci. Bagi kebanyakan orang layar ukuran 15 inci, apalagi yang bukan wide screen dipandang boros tempat dan tampaknya kurang diminati. Integrated web-cam sudah mulai di-tanamkan pada beberapa merek, dan tampaknya trend dua tahun ke depan akan mirip handphone keluaran terkini yang menanamkan kamera mega-pixel sebagai kelengkapan standard. Perkiraan saya, gabungan pangsa pasar Toshiba dan Acer kemungkinan besar masih akan menguasai pasar notebook branded tahun 2007 (antara 65%-70%), meskipun merek-merek baru keluaran lokal dan Cina sudah mulai unjuk gigi.
2.1.3 Storage Memory
SD-MMC (serta versi mininya) akan tetap menjadi pilihan publik sebagai auxiliary memory (memori eksternal) terfavorit karena kompatibilitasnya dengan berbagai gadgets, kamera digital dan pemutar lagu MP3. Sedangkan tipe thumb-drive atau yang lebih dikenal dengan Flash Disk akan tetap populer sebagai pelengkap PC, baik desktop maupun notebook di tahun-tahun mendatang karena terbukti tahan banting dan mulai dikembangkan untuk bisa menampung data lebih besar dari 2 GB. Awal tahun depan jangan heran bila Flash Disk kelas 512 MB sudah mulai sulit didapatkan, apalagi yang 256 MB. Jangan pula terkecoh dengan garansi ‘seumur hidup’ karena toh rata-rata produk SD-MMC dan Flash Disk itu akan obsolete (berhenti diproduksi) setelah kira-kira 3 tahun, dan dengan demikian garansi secara otomatis hilang setelah obsolete. DVD-RW untuk tahun depan masih akan kesulitan menggerogoti pasar CD-RW karena banyak yang merasa belum membutuhkan burn data hingga 4,7 GB ke dalam satu keping disk. Justru pasar masih menunggu diluncurkannya BlueRay yang berkapasitas antara 20 GB hingga 50 GB per-keping. Penantian ini tampaknya akan segera terwujud tahun depan, dan semester II tahun 2007 kemungkinan besar harga Blue Ray akan menjadi makin kompetitif.
2.1.4 Konektifitas
Kabel akan makin tergusur dari ruang-ruang kantor dan rumah tangga. Transfer data nir-kabel baik itu melalui Wireless LAN maupun fasilitas hotspot akan menjadi trend paling panas tahun 2007. Penyedia hardware pendukung teknologi konektifitas mesti memperhatikan hal ini, karena reliabilitas transfer tanpa kabel sangat rentan terhadap hambatan fisik (misal tembok antar ruang atau antar lantai, interferensi dari gelombang radio liar yang kebetulan berfrekuensi sama atau mendekati sama, dan daya jangkau tansceiver-nya). Jadi hardware yang berkualitas, sedikit mahal tak masalah, akan menjadi incaran para eksekutif IT di perusahaan-perusahaan. External USB Bluetooth Device yang mengklaim berdaya jangkau 100 meter pun pada kenyataannya itu berarti 100 meter tanpa hambatan apapun (misalnya di lapangan atau aula besar). PCMCIA-CDMA atau akan mulai digemari untuk dipasangkan dengan notebook ketimbang HP CDMA dengan kabal data.
2.1.5 RAM
RAM 256 MB akan jadi penghuni museum purbakala. Dengan diintegrasikannya kemampuan grafis dan multimedia tingkat tinggi yang menuntut memori lebih besar, prediksinya tahun 2007 adalah bahwa di setiap Notebook dan PC standard minimum RAM adalah 512 MB bahkan bila Windows VISTA jadi diluncurkan awal tahun depan, maka RAM 1 GB dan expandable hingga 2 GB adalah harga mati. Mainboard yang mendukung hal itu pun kemungkinan besar akan muncul tahun depan.
2.1.6 Processor
Untuk server, Intel Xeon atau AMD Opteron dengan minimum 2 GB Standard Memory dengan clock speed min 2.6 GHz akan menjadi pilihan perkantoran menengah ke atas yang memerlukan tak hanya reliabilitas processing bagi sistem ERP mereka, tetapi juga bagaimana data-data bisa diakses secara serentak tanpa ada gangguan kecepatan akses yang berarti. Prediksi saya, standard memori minimum 2 GB yang expandable sampai 12 GB masih akan bertahan karena faktor harga yang relatif stabil dan juga reliabilitas. Chipset 2.6 s/d 3.0 GHz yang tertanam dalam processor sekelas Intel Xeon (dual CPU) kemungkinan besar belum akan berevolusi. Sedangkan untuk PC desktop dan notebook, prosesor sekelas Dual Core dan Core2Duo akan menjadi standard notebook yang kemungkinan besar pada semester kedua 2007 sudah menjadi semacam ‘kebutuhan pokok’ yang karena diproduksi massal harganya tak jauh beda dengan yang single-core.
2.1.7 Hardware lain dan Accessories
Tampaknya LCD monitor mulai menggeser monitor tabung (CRT) karena harganya semakin murah, bahkan ada yang di bawah 2-jutaan untuk layar 15 inci. Beberapa LCD monitor telah diintegrasikan dengan multimedia speaker dan web-cam berkualitas baik. Bersiap-siaplah untuk booming permintaan pada semester dua tahun depan, karena umumnya paruh kedua tiap tahun adalah siklus global dimana teknologi baru mulai diwacanakan dan purwarupanya (prototype) sudah di-launching.
2.1.8 Trend bisnis
Vercolish! Vercolish! And Vercolish! Versatile (mudah diubah-suai), Compact (ringkas) dan Stylish (penuh gaya). Bahkan asesoris pun sudah bergeser ke arah estetika desain, jadi bukan sekedar fungsionalitas saja. Apple Macintosh sudah merintisnya sejak belasan tahun lalu dengan menggabungkan teknologi dan gaya. Ini bukan soal konsumen yang pelit belanja komputer, tapi soal selera. Bila kita tahu bahwa konsumen punya selera, tak ada yang menghentikan mereka untuk bahkan berhutang demi membeli hardware yang harganya selangit.

2.2. SOFTWARE OPERATING SYSTEM

Penggunaan software (perangkat lunak) semakin meningkat seiring penggunaan komputer yang meningkat pesat. Software yang telah terinstalasi pada komputer pada umumnya menggunakan sistem operasi (operating system) dan aplikasi windows yang mudah didapat dipasaran dan telah disediakan oleh penjualnya baik yang bersifat lisensi (terinstalasi pada komputer branded) maupun yang bersifat illegal (terinstalasi pada komputer jenis rakitan). Dengan adanya Surat Edaran dari Menkominfo tentang Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal di Lingkungan Instansi Pemerintah tanggal 24 Oktober 2005, maka seluruh komputer/desktop yang tidak berlisensi harus menggunakan software yang legal atau migrasi dari software ilegal ke software yang legal. Saat ini software legal telah tersedia namun untuk sementara dikhususkan bagi instansi pemerintah. System dari software ini adalah dapat dibuka dan dikembangkan oleh siapa saja (open source system) karena source programnya berbasis Linux. Saat ini software tersebut telah dikembangkan oleh beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pengguna baik untuk kegiatan perkantoran (office) maupun untuk kegiatan teknis yang lebih spesifik.
Pemanfaatan komputer oleh pengguna sebagai alat bantu dalam melaksanakan tugasnya baik untuk kegiatan administratif maupun teknis terus berkembang dengan pesatnya. Dari waktu ke waktu perubahan yang terjadi pada perangkat keras komputer semakin cepat disertai teknologi yang semakin tinggi. Begitupun dari sisi harga yang semakin murah memungkinkan setiap orang dapat membelinya dengan harga yang semakin terjangkau. Komputer yang dipasarkan umumnya terbagi dalam dua jenis yaitu komputer rakitan adalah komputer desktop yang dirakit disuatu tempat sesuai dengan pesanan dan permintaan pengguna dimana spesifikasinya ditentukan oleh pengguna. Sedangkan komputer branded/trade mark adalah komputer yang telah mempunyai merek terkenal yang telah siap/jadi hanya tinggal pakai. Salah satu perbedaan antara komputer yang dirakit (rakitan) dengan komputer branded yaitu ketersediaan perangkat lunak didalamnya baik sebagai sistem operasi (operating system/OS) maupun aplikasi yang menyertai OS tersebut. Selain itu dari segi harganya lebih murah sedangkan komputer yang telah jadi (branded) biasanya komputer dengan merek yang ternama telah tersedia (include) perangkat lunak tersebut sehingga harga tentunya lebih mahal.
2.2.1. Perang Operating System
Jika kita melakukan kilas balik sejarah OS, kita perlu mundur kurang lebih 50 tahun yang lalu.Apakah ada OS, maka kemudian ada mesin komputer? Ternyata tidak, sebuah mesin dapat berjalan tanpa adanya OS, sebuah program dapat langsung dijalankan pada sebuah mesin. Setidaknya itu cara kerja yang banyak terdapat pada jaman mulai dikembangkannya komputer sekitar tahun 1950 (yang juga disebut dengan abstraksi hardware). Tidak perlu susah-susah membayangkannya, contoh sederhana adalah CMOS Setup, yang merupakan program yang berjalan tanpa memerlukan OS. Kemudian IBM mulai memperkenalkan komputer mainframe dengan OS OS/360 pada masa tahun 1960-an. Diikuti dengan Unix yang dikembangkan pada tahun 1969 oleh sebuah grup karyawan dari AT & T.
Lompatan besar ditandai dengan OS PC-DOS dan MS-DOS oleh IBM dan Microsoft, seiring dengan penggunaan komputer desktop yang semakin luas. Menambah panasnya kompetisi, Apple Macintosh (sekarang Apple Inc) mengeluarkan Mac OS. Sementara OS Unix melahirkan pengembangan pengembangan baru, terutama pada tahun 1991 ketika Linus Torvalds memperkenalkan Linux.Microsoft sendiri secara konsisten terus mengeluarkan OS berbasis Windows, dengan produk produk fenomenal seperti Windows 98, Windows NT, Windows XP, dan seterusnya. Hingga akhirnya, hari ini Anda mendapatkan pilihan OS yang cukup beragam, dan pilihan-pilihan tersebut bisa jadi semakin bertambah pada masa yang akan datang.

2.2.2. Operating System.
OS merupakan software yang tidak sekedar software, karena OS menjadi ibu software-software lain yang berjalan di dalamnya. Singkatnya OS membentuk suatu platform agar aplikasi-aplikasi dapat berjalan di atasnya.
Tugas OS adalah mengelola resource, secara umum terbagi atas:
1. Pengelolaan Proses.
Setiap program yang berjalan di dalam komputer (baik berupa service atau aplikasi) merupakan suatu proses. OS mengelola eksekusi proses-proses yang terjadi secara multitasking.
2. Pengelolaan Memory.
Secara hirarkis, pemrosesan tercepat pada sistem komputer dilakukan di register, lalu CPU cache, Random Access Memory (RAM), dan terakhir adalah pada disk storage. Semuanya merupakan jenis memory yang harus dikelola OS. Perhatikan bahwa disk storage juga merupakan salah satu jenis memory, karena dapat digunakan sebagai virtual memory yang menangani proses-proses yang berjalan.
3. Disk dan Sistem File.
Pengelolaan file dan directory di dalam disk drive termasuk salah satu tugas penting OS. Pada OS keluarga Unix, penamaan file dan directory adalah case sensitive atau membedakan penggunaan huruf besar dan kecil, contohnya nama file surat.txt dan Surat.Txt dalam satu directory diperkenankan, dan merupakan dua file yang berbeda.
Hal ini tidak diperkenankan dalam OS Windows, di mana penamaan file dan directory adalah case insensitive, Windows juga tidak memperbolehkan serangkaian karakter tertentu untuk penamaan fi le dan directory, mi salnya seperti karakter “?”, “*”, “”, dan seterusnya.
Perbedaan ini cukup mendasar untuk dipahami saat Anda menggunakan OS yang berbeda dari sebelumnya, misalnya saat Anda mengganti OS yang digunakan oleh web server dan melakukan migrasi file, pastikan file-file yang digunakan telah kompatibel dan sesuai dengan OS yang baru. Jika tidak, maka Anda harus melakukan penyesuaian nama file. Sistem file (file system) merupakan salah satu perbedaan yang juga mendasar pada sistem operasi yang tersedia, sistem file merupakan sebuah metode untuk menyimpan dan mengorganisasi file agar dapat diakses de ngan mudah.
Contoh sistem file yang popular adalah NTFS yang merupakan sistem file standar untuk Windows NT, termasuk versi-versi Windows di atasnya seperti Windows 2000, Windows XP, hingga Windows Vista.
Contoh lainnya adalah ext2 dan ext3, yang merupakan sistem file untuk kernel Linux. Kebanyakan distribusi Linux mendukung sistem file ext2, ext3, ReiserFS, GFS, NILFS, FAT, XFS, JFS, NTFS, dan lain sebagainya. Mac OS X mendukung HFS+ sebagai sistem file utamanya. HFS+ merupakan pengembangan dari Hierarchical File System dari MAC OS versi awal. Mac OS X memiliki fasilitas untuk membaca dan menulis dalam sistem file lain seperti FAT, NTFS, dan lain-lain.
4.Jaringan.
Pada awal dikenalnya PC masalah jaringan bukanlah hal penting, tetapi saat ini sebuah komputer rasanya tidak lengkap tanpa adanya network card yang terpasang, ditambah lagi dengan penggunaan jaringan wireless yang praktis dan semakin banyak digunakan. Karena itu sebuah OS dewasa ini harus mampu menangani jaringan dengan dukungan berbagai macam protokol jarringan yang tersedia, terutama protokol TCP/IP yang saat ini paling banyak digunakan.
Dengan adanya jaringan juga memungkinkan komputer yang walaupun berbeda OS dapat berkomunikasi satu sama lain dan melakukan sharing resource.
5. Security.
Erat kaitannya dengan jaringan, maka security juga merupakan hal penting yang harus dimiliki OS. Hal ini diakibatkan karena dengan adanya jaringan semakin mempermudah proses komunikasi dan distribusi file antarkomputer.
Dapat diibaratkan dengan adanya jaringan, maka komputer Anda seperti rumah dengan pintu dan jendela yang terbuka agar tamu dapat masuk berkunjung. Dalam keadaan seperti itu, perlu dijaga dari sisi keamanan agar tidak kedatangan tamu tak diundang, misalnya dengan memasang kawat nyamuk untuk mencegah nyamuk masuk. Implementasi “kawat nyamuk” ini di dalam OS dapat berupa otentifi kasi user, hak akses resource, penanganan port, dan firewall. Salah satu pendapat yang keliru menyangkut masalah security adalah kekebalan OS terhadap virus, jika saat ini mayoritas virus menyerang OS Windows, tidak berarti OS lain tidak dapat terkena virus.
Pada prinsipnya, virus sama dengan software biasa, karena itu jika virus diciptakan sesuai dengan target OS tertentu, maka jadilah virus tersebut sebuah aplikasi yang berjalan pada OS yang dituju, entah OS tersebut adalah Linux, Mac OS X, Windows, ataupun OS lainnya.
Lalu mengapa virus lebih banyak menyerang OS Windows? Hal ini tidak lepas dari market OS pada komputer desktop yang saat ini didominasi Windows, tetapi juga tidak dapat dipungkiri sistem operasi seperti Unix/Linux memiliki environment yang relatif lebih susah ditembus oleh virus, walau tidak berarti dijamin bebas virus.

6.Grafik.
Bagi banyak pengguna komputer, Graphical User Interface (GUI) menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini tidak mengherankan karena GUI merupakan media interaksi antara manusia dan komputer, analoginya sebagaimana binatang peliharaan yang ramah tentu lebih disukai ketimbang binatang peliharaan yang penampilan luarnya tidak bersahabat. Momok tidak bersahabat juga pernah dialami OS Unix/Linux dan keluarganya terutama jika dibandingkan dengan OS Windows, tampilan Unix/Linux dirasakan kurang bersahabat bagi end user pada masa lalu, tetapi saat ini kebanyakan distro Linux telah memiliki GUI memikat. Mac OS X sendiri telah membuat terobosan besar pada tahun 2001 dengan perubahan inovatif dan dramatis pada GUI dari Mac OS ke Mac OS X.
7. Device Driver.
OS boleh berbeda, tetapi hardware yang digunakan bisa jadi sama. Agar hardware tersebut dapat dikenali pada OS, diperlukan device driver. Jadi device driver merupakan software agar sistem dapat berinteraksi dengan hardware, tidak semua device driver disediakan oleh OS, tetapi device driver umumnya disediakan oleh vendor hardware yang digunakan.
2.2.3. Kernel
Istilah kernel sering digunakan pada OS Unix/Linux dan keluarganya, tetapi sebenarnya kernel digunakan dan terdapat dalam setiap OS. Apa yang disebut kernel itu sendiri merupakan komponen pusat yang menghubungkan antara software aplikasi dan hardware komputer. Di dalam OS, kernel merupakan core atau intinya. Secara arsitektur desain, kernel dibagi atas:
1. Monolithic Kernel.
Mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel serta menyediakan lapisan abstraksi hardware secara penuh.
2. Microkernel.
Menyediakan sedikit fungsi dari abstraksi hardware dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya (server) untuk melakukan beberapa fungsi lainnya.
3. Hybrid Kernel.
Microkernel yang dimodifi kasi, dengan tambahan fungsi-fungsi untuk meningkatkan performa.
4. Exokernel.
Menyediakan abstraksi hardware secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung.
2.2.4. Windows
Keluarga OS Microsoft Windows merupakan OS yang popular untuk komputer desktop, dan juga dapat digunakan sebagai server, seperti web server ataupun database server. Kelahiran Windows diawali dengan OS MS-DOS, jika Anda termasuk orang yang dulu sering menenteng disket berukuran 5,25 inch tentu pernah mengalami masa-masa membawa OS MS-DOS di dalam sebuah disket. Windows sendiri pada awalnya bukan merupakan OS, Windows versi 1.0, versi 2.x, dan versi 3.x, merupakan software 16 bit tambahan yang berjalan di atas OS MS-DOS atau variannya.
Versi selanjutnya Windows seperti Windows NT mulai merupakan OS secara penuh yang tidak tergantung lagi pada sistem operasi MS-DOS.
Dengan berbasis kernel Windows NT inilah, Windows terus dikembangkan menghasilkan Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008, dan Windows versi yang akan datang yang saat ini disebut dengan Windows 7.
2.2.5. Unix/Linux
OS keluarga Unix/Linux popular digunakan sebagai server dalam dunia bisnis, dan sebagai workstation dalam dunia pendidikan dan lingkungan engineering. Untuk penggunaan sebagai komputer desktop, OS Linux popular di kalangan developer dan beberapa komunitas. Beberapa varian Unix lainnya didesain berjalan hanya pada hardware vendor tersebut seperti AIX yang berjalan pada mesin IBM, dan HP-UX yang berjalan pada mesin Hewlett Packard. Varian lainnya seperti Solaris, dapat berjalan pada beragam jenis hardware, termasuk x86 dan PC. Tersedia beragam distribusi (atau sering disebut distro) Linux, yang merupakan keluarga Unix. Beberapa pilihan distro adalah Red Hat, SuSE, Fedora, Ubuntu, Knoppix, dan lain sebagainya. Beberapa distro merupakan turunan dari distro lain. Mac OS X Dikeluarkan oleh Apple Inc, Mac OS X v10.5 dikenal dengan nama Leopard. Awalnya dikenal dengan nama Mac OS (tanpa X) yang diperkenalkan kali pertama pada tahun 2001. Karakter “X” sendiri berarti angka 10 dalam penomoran Romawi, yang dimaksudkan sebagai generasi penerus Mac OS versi sebelumnya yang dikenal dengan Mac OS 8 dan Mac OS 9. Tetapi, juga bukan kebetulan kalau Mac OS sebenarnya berbasis Unix karena menggunakan kernel BSD. Hal yang popular dalam Mac OS adalah tampilan GUI yang memikat, OS ini sendiri hanya diperuntukkan berjalan pada komputer Macintosh.
2.2.6. Embedded System
Jenis OS lainnya adalah embedded system, yaitu sistem komputer yang didesain secara khusus untuk keperluan tertentu. Pada embedded system yang sederhana, tidak ada perbe-daan antara sistem operasi dan aplikasi. Sebuah contoh embedded system adalah perangkat keras router, yang dilengkapi dengan elemen-elemen seperti micro-processor, RAM, dan flash memory di dalamnya.
2.2.7. Lain-Lain
Jenis OS lainnya adalah Novell Netware, sebenarnya Novell bukanlah 100 persen sebuah OS, karena Novell berjalan di atas OS Novell DOS (mirip dengan MS-DOS atau PC-DOS). OS lainnya yang masih digunakan dalam skala kecil adalah OS/2 dari IBM. Perkembangan OS terus berlanjut hingga saat ini, sebuah proyek dari Microsoft Research adalah mengembangkan OS dengan kemampuan memory protection, OS ini dinamakan Singularity. Dari keluarga Unix/Linux, sedang didesain GNU Hurd dengan arsitektur microkernel.
OS sebagai sebuah bisnis software yang paling vital bagi pengguna komputer saat ini tidak pelak lagi merupakan sebuah bisnis dengan persaingan yang ketat. Kita kembali pada permasalahan di awal artikel, yaitu OS apa yang paling cocok untuk diinstal, dengan adanya berbagai pilihan OS dan ketatnya kompetisi? Permasalahan OS memang tidak terbatas menginstal dan mengganti OS, kecuali jika memang sudah menjadi tujuan Anda melakukan riset OS atau sekadar hobi. Tetapi untuk penggunaan jangka panjang, harus ada sederet pertimbangan penting dan krusial yang harus dipikirkan. Beberapa pertimbangan antara lain adalah:
1. Kegunaan.
Kita akan mengambil sebuah contoh sederhana, seorang mahasiswa memutuskan untuk membeli komputer agar dapat berlatih dan mengerjakan tugas-tugas kuliah. Dalam hal ini, kegunaan atau fungsi komputer dan OS untuk mahasiswa tersebut tentunya harus disesuaikan dengan lingkungan kampus. Kegunaan yang berbeda mungkin akan terjadi jika seseorang bergerak di bidang desain dan grafik memutuskan membeli komputer, barang kali akan dibutuhkan GUI yang memikat. Sementara jika Anda membutuhkan seperangkat komputer dan OS dengan tingkat security yang tinggi seperti pembangunan web server, maka Anda akan fokus dengan hal-hal yang terkait dengan keamanan, patch, dan ancaman-ancaman dari luar.
2. Biaya.
Kegunaan harus juga disesuaikan dengan biaya atau budget yang tersedia. Biaya tidak hanya diperhitungkan dalam jangka pendek seperti pembelian hardware dan software, tetapi juga untuk jangka panjang. Misalnya berapa biaya perawatan, pergantian, upgrade, training jika diperlukan, dan lain sebagainya.
3. Pengguna.
Siapapun yang menggunakan OS dan komputer, pada awalnya selalu memerlukan proses belajar. Mungkin bukan suatu permasalahan jika penggunanya hanya satu atau beberapa orang, tetapi bayangkan sebuah kantor dengan ratusan karyawan tiba-tiba harus menggunakan OS dan aplikas yang baru. Adaptasi pengguna menimbulkan permasalahanwaktu yang digunakan untuk proses belajar dan adaptasi, tidak sebatas menggunakan, tetapi juga bagaimana menangani permasalahan-permasalahan yang dapat terjadi padalingkungan OS yang baru.
4. Dukungan.
Bagi vendor dan pengembang OS, dukungan merupakan tugas vital yang perlu dipertahankan agar pengguna tetap merasa terjamin untuk terus menggunakan OS. Dukungan juga diperlukan dari pengembang-pengembang software, software dengan dukungan berbagai OS tentu memilik pangsa pasar yang lebih luas. Jelaslah bahwa memilih OS yang baru, entah dengan maksud membangun sistem dari awal ataupun migrasi, bukanlah ha mudah terutama untuk skala yang cukup besar. Tetapi dengan memahami OS dan pilihan-pilihannya, Anda telah memiliki dasar yang kuat untuk menentukan OS yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ada juga kalanya Anda memutuskan harus menggunakan dua atau lebih OS, pemecahannya bisa dengan menggunakan dua atau lebih unit komputer, ataupun menginstal dua atau lebih OS di dalam satu mesin komputer. Salah satu penyedia virtualization software adalah Vmware, yang mengizinkan Anda menginstal dan menjalankan berbagai OS pada satu fisik mesin komputer yang sama.
Tentu saja terdapat konsekuensi yang harus dibayar untuk mewujudkan hal tersebut, misalnya spesifikasi hardware yang relatif tinggi, dan kenyamanan Anda dalam menggunakan berbagai OS di dalam komputer yang sama.
2.2.8. OS (Operating System) Pada Komputer
Dalam Ilmu komputer, Sistem Operasi (SO, atau dalam bahasa Inggris: Operating System atau OS) adalah suatu software sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen hardware serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.
Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi.
Biasanya, istilah Sistem Operasi sering ditujukan kepada semua software yang masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi software terinstall.
Kalau sistem komputer terbagi dalam lapisan-lapisan, maka Sistem Operasi adalah penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. Lebih jauh daripada itu, Sistem Operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer, dan menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar. Sistem Operasi menjamin aplikasi software lainnya dapat menggunakan memori, melakukan input dan output terhadap peralatan lain, dan memiliki akses kepada sistem file. Apabila beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi mengatur skedule yang tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan prosesor (CPU) serta tidak saling mengganggu.
Dalam banyak kasus, Sistem Operasi menyediakan suatu pustaka dari fungsi-fungsi standar, dimana aplikasi lain dapat memanggil fungsi-fungsi itu, sehingga dalam setiap pembuatan program baru, tidak perlu membuat fungsi-fungsi tersebut dari awal.
Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:
1. Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory
2. Kernel,yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
3. Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna
4. Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain.
5. Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrol mereka.
Sebagian Sistem Operasi hanya mengizinkan satu aplikasi saja yang berjalan pada satu waktu, tetapi sebagian besar Sistem Operasi baru mengizinkan beberapa aplikasi berjalan secara simultan pada waktu yang bersamaan. Sistem Operasi seperti itu disebut sebagai Multi-tasking Operating System. Beberapa Sistem Operasi berukuran sangat besar dan kompleks, serta inputnya tergantung kepada input pengguna, sedangkan Sistem Operasi lainnya sangat kecil dan dibuat dengan asumsi bekerja tanpa intervensi manusia sama sekali. Tipe yang pertama sering disebut sebagai Desktop OS, sedangkan tipe kedua adalah Real-Time OS.
Seiring dengan berkembangnya Sistem Operasi, semakin banyak lagi layanan yang menjadi layanan inti umum. Kini, sebuah OS mungkin perlu menyediakan layanan network dan koneksitas internet, yang dulunya tidak menjadi layanan inti umum. Sistem Operasi juga perlu untuk menjaga kerusakan sistem komputer dari gangguan program perusak yang berasal dari komputer lainnya, seperti virus. Daftar layanan inti umum akan terus bertambah.
Program saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya dengan Antarmuka Pemrograman Aplikasi, Application Programming Interface atau disingkat dengan API. Dengan API inilah program aplikasi dapat berkomunikasi dengan Sistem Operasi. Sebagaimana manusia berkomunikasi dengan komputer melalui Antarmuka User, program juga berkomunikasi dengan program lainnya melalui API.
Walaupun demikian API sebuah komputer tidaklah berpengaruh sepenuhnya pada program-program yang dijalankan diatas platform operasi tersebut. Contohnya bila program yang dibuat untuk windows 3.1 bila dijalankan pada windows 95 dan generasi setelahnya akan terlihat perbedaan yang mencolok antara window program tersebut dengan program yang lain.
2.2.9. Sistem Operasi Saat Ini
Sistem operasi-sistem operasi utama yang digunakan komputer sistem umum (termasuk PC, komputer personal) terbagi menjadi 3 kelompok besar:
1. Keluarga Microsoft Windows – yang antara lain terdiri dari Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows yang Vista akan dirilis pada tahun 2007)).
2. Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.
3. Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.4 (Tiger). Awal tahun 2007 direncanakan peluncuran versi 10.5 (Leopard).
Sedangkan komputer Mainframe, dan Super komputer menggunakan banyak sekali sistem operasi yang berbeda-beda, umumnya merupakan turunan dari sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh vendor seperti IBM AIX, HP/UX, dll.
2.2.10. Proses
Prosesor mengeksekusi program-program komputer. Prosesor adalah sebuah chip dalam sistem komputer yang menjalankan instruksi-instruksi program komputer. Dalam setiap detiknya prosesor dapat menjalankan jutaan instruksi.
Program adalah sederetan instruksi yang diberikan kepada suatu komputer. Sedangkan proses adalah suatu bagian dari program yang berada pada status tertentu dalam rangkaian eksekusinya. Di dalam bahasan Sistem Operasi, kita lebih sering membahas proses dibandingkan dengan program. Pada Sistem Operasi modern, pada satu saat tidak seluruh program dimuat dalam memori, tetapi hanya satu bagian saja dari program tersebut. Sedangkan bagian lain dari program tersebut tetap beristirahat di media penyimpan disk. Hanya pada saat dibutuhkan saja, bagian dari program tersebut dimuat di memory dan dieksekusi oleh prosesor. Hal ini sangat menghemat pemakaian memori.
Beberapa sistem hanya menjalankan satu proses tunggal dalam satu waktu, sedangkan yang lainnya menjalankan multi-proses dalam satu waktu. Padahal sebagian besar sistem komputer hanya memiliki satu prosesor, dan sebuah prosesor hanya dapat menjalankan satu instruksi dalam satu waktu. Maka bagaimana sebuah sistem prosesor tunggal dapat menjalankan multi-proses? Sesungguhnya pada granularity yang sangat kecil, prosesor hanya menjalankan satu proses dalam satu waktu, kemudian secara cepat ia berpindah menjalankan proses lainnya, dan seterusnya. Sehingga bagi penglihatan dan perasaan pengguna manusia, seakan-akan prosesor menjalankan beberapa proses secara bersamaan.
Setiap proses dalam sebuah sistem operasi mendapatkan sebuah PCB (Process Control Block) yang memuat informasi tentang proses tersebut, yaitu: sebuah tanda pengenal proses (Process ID) yang unik dan menjadi nomor identitas, status proses, prioritas eksekusi proses dan informasi lokasi proses dalam memori. Prioritas proses merupakan suatu nilai atau besaran yang menunjukkan seberapa sering proses harus dijalankan oleh prosesor. Proses yang memiliki prioritas lebih tinggi, akan dijalankan lebih sering atau dieksekusi lebih dulu dibandingkan dengan proses yang berprioritas lebih rendah. Suatu sistem operasi dapat saja menentukan semua proses dengan prioritas yang sama, sehingga setiap proses memiliki kesempatan yang sama. Suatu sistem operasi dapat juga merubah nilai prioritas proses tertentu, agar proses tersebut akan dapat memiliki kesempatan lebih besar pada eksekusi berikutnya (misalnya: pada proses yang sudah sangat terlalu lama menunggu eksekusi, sistem operasi menaikkan nilai prioritasnya).
2.2.11. Status Proses
Jenis status yang mungkin dapat disematkan pada suatu proses pada setiap sistem operasi dapat berbeda-beda. Tetapi paling tidak ada 3 macam status yang umum, yaitu:
1.Ready,yaitu status dimana proses siap untuk dieksekusi pada giliran berikutnya.
2.Running,yaitu status dimana saat ini proses sedang dieksekusi oleh prosesor.
3.Blocked, yaitu status dimana proses tidak dapat dijalankan pada saat prosesor siap/bebas.

2.3. SOFTWARE APLIKASI
2.3.1. Aplikasi dan Software Untuk Computer yang Terhubung Internet
Untuk Komputer/Notebook yang selalu terhubung ke Internet ada beberapa software/plugin yang rasanya wajib di miliki. Software dan plugin2 ini kadang sering dilupakan, dan bahkan ada sebahagian orang yang tidak mengetahui kegunaannya. Jika tahupun terkadang tidak tahu download dimana.
Di bawah ini adalah beberapa software yang rasanya harus dimiliki pada komputer yang sering terhubung ke Internet dan para pengguna yang memanfaatkan notebook/pc untuk bermain Internet :
2.3.1.1. Internet Browser :
Internet Browser adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk dapat browsing dan surfing ke website-website yang ada didunia melalui Internet. Jadi browser adalah aplikasi yang wajib ada. Browser yang bagus dan menyenangkan adalah browser yang dapat mengoptimalkan kerja kita ketika sedang browsing. Dan mempunyai Feature2 yang bagus. Contohnya yaitu : Mozilla FireFox, Opera, dan Google Chrome
2.3.1.2. Plugins, Players and Runtime Environment :
Adobe Flash Player : Dengan ini kita dapat menjalankan sebuah content yang berisi video pada halaman websitenya. Seperti contohnya adalah layanan video Youtube atau nonton TV Online dari d60pc. Tanpa Adobe Flash Player anda tidak dapat menjalankannya.
NET FrameWork : Memungkinkan kita untuk menjalankan aplikasi yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft seperti C # atau Visual Basic. Salah satunya software yang hanya dapat dijalankan pada computer yang sudah terinstal .NET Framework adalah Speed Connect Internet Accelerator v75 yang mempunyai fungsi untuk meningkatkan kecepatan Koneksi Internet kita.
Silver Light : adalah salah satu web browser plugin yang bersaing dengan tekhnologi seperti Adobe Flash Player. Meski saat ini belum banyak yang situs yang menggunakan tekhnologi SilverLight, tapi tidak ada salahnya jika dari sekarang kita menginstallnya. Karena dalam waktu dekat ini pasti akan banyak situs yang menggunakan teknologi ini.
2.3.1.3 Downloader
Download Manager/accelerator adalah software yang dapat meningkatkan kecepatan download ketika kita sedang mengunduh sesuatu di internet. Dan lalu dapat mengelolanya secara baik. Berdasarkan ujicoba dan pengalaman2 selama ini, jika kita download sesuatu file di internet menggunakan Download Manager dapat meningkatkan Kecepatan Download sampai beberapa kali lipat dibandingkan jika medownloadnya dengan menggunakan default dari browser kita.
Internet Download Manager (IDM) : software download manager ini yang sangat saya rekomendasikan untuk digunakan. Cara kerja praktis, ringan, simple dan dapat Meningkatkan KecepatanDownload.
2.3.1.4. File Archivers
Salah satu contoh software File Archivers adalah WINRAR. Software ini perlu kita miliki karena biasanya software yang tersedia di Internet yang dapat didownload tersedia dalam format yang sudah terkompresi yaitu .rar ataupun .zip. Jadi untuk mengekstraknya diperlukan software WINRAR.
2.3.1.5. Sistem Tweak and Optimasi Peralatan
Agar sistem dalam OS kita dapat selalu optimal maka kita perlu untuk selalu menjaganya. Apalagi ketika kita sering bermain internet. Tentu akan banyak sampah yang terkadang tanpa kita ketahui masuk ke system kita. Untuk kita perlu membersihkan dan menjaganya agar dapat optimal.Saya merekomendasikan CCleaner dan TuneUp Utilities. Karena 2 software ini tidak memberatkan kinerja komputer kita, namun memiliki sangat banyak Fungsi.
2.3.1.6. Security / Anti Virus
Ini yang mungkin sangat perlu kita miliki. Di internet tentu akan sanga banyak Virus, trojan, spywara, worm dan lain-lain yang akan sangat membahayakan. Untuk itu kita perlu menjaga Computer kita dari ancaman-ancaman yang membahayakan tersebut.

2.4. SISTEM SOFTWARE LAINNYA
2.4.1. Language Software
Language software dapat dikategorikan sebagai berikut :
1. Assembler
2. Compiler
3. Interpreter
A.Assembler
Assembler merupakan program yang digunakan untuk menterjemahkan program aplikasi yang ditulis dengan bahasa rakitan (assembly language) atau bahasa pemrograman simbolik (symbolic programming language) menjadi bahasa mesin. Dengan bahasa simbolik, masing-masing op-code dalam bahasa mesin tidak ditulis dalam bentuk bilangan binary, tetapi dengan suatu kode simbolik singkatan tertentu yang disebut mnemonic.Instruksi program yang ditulis dengan mnemonic akan diterjemahkan ke dalam bentuk bilangan binary bahasa mesin dengan menggunakan assembler.Program yang ditulis dengan bahasa simbolik tersebut disebut dengan source program (program sumber) dan hasil terjemahannya ke dalam bahasa mesin disebut object program (program obyek).
Langkah-langkah cara pembuatan source program dalam bahasa assembly sampai menjadi executable program dengan extention.COM, sebagai berikut:
1. Membuat source program
Source program dibuat dengan menggunakan service yangdisediakan oleh OS, yaitu text editor atau dapat menggunakan program paket pengolah kata. Pada PC-DOS atau MS-DOS disimpan dengan nama file EDLINE.COM.
2. Membuat source program menjadi object program
Hasil dari proses ini akan disimpan dengan file .OBJ.
3. Membuat object program menjadi executable program Object program belum dapat dijalankan. Supaya dapat dijalankan harus berupa executable program.Untuk membuat menjadi executable program dari object program dapat digunakan program service yang disediakan oleh OS, yaitu linkage editor atau linker.
Pada PC-DOS atau MS-DOS, program linker ini disimpan di disk dengan nama file LINK.EXE.Hasil executable program disimpan di file .COM.
4. Menjalankan executable program
Executable program dapat langsung dijalankan dengan meniliskan nama filenya.
Pada program assembly, setiap instruksi merupakan sebuah instruksi dibahasa mesin. Kemungkinan sekumpulan instruksi yang sama di program assembly akan ditulis berulang-ulang untuk maksud yang sama. Hal ini menimbulkan pemikiran untuk mengembangkan suatu macro instruction (instruksi makro), yaitu sebuah instruksi yang mewakili beberapa instruksi sekaligus. Extention yang menunjukkan file pustaka makro yaitu .MAC.
B. Compiler
Walaupun penulisan program dengan bahasa simbolik lebih mudah dibandingkan dengan penulisan program dengan bahasa mesin, tetapi masih tetap sulit, dikarenakan :
1. Penulis program harus mengetahui susunan serta fungsi dari masing-masing register di processor.
2. Harus mengetahui dengan persis cara alokasi memori komputer yang dipergunakan.
3. Harus mengetahui fungsi-fungsi yang disediakan oleh OS dan sebagainya.
C. Interpreter
Interpreter juga merupakan program untuk menterjemahkan program yang ditulis dengan bahasa tingkat tinggi menjadi bahasa mesin.
2.5. TEKNOLOGI BASIS DATA
Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
2.5.1. Desain Database
• Model data Entity-Relationship (E-R) memungkinkan kita menggambarkan konteks objek dan hubungannya, dan digunakan secara luas untuk mengembangkan desain database awal.
• Model data tersebut dinamakan juga sebagai Diagram E-R (ERD).
2.5.2. Komponen Model E-R
• Entitas
Orang, tempat, objek, event, konsep.
• Tipe Entitas
Kategori / kelas untuk instan entitas sejenis. Biasanya dipresentasikan sebagai suatu Tabel.
• Instan Entitas
Individu anggota suatu entitas, misalnya Andi, Rudy (orang), Jakarta, Surabaya (Kota), dsbnya. Biasanya direpresentasikan sebagai baris data dalam suatu tabel (Record).
• Atribut
Ciri dan Karakteristik suatu tipe entitas. Biasanya direpresentasikan sebagai kolom data dalam suatu tabel (Field).
• Instan Hubungan
Hubungan antar entitas. Biasanya direpresentasikan dengan nilai atribut (key) yang sama dalam tabel – tabel yang merepresentasikan entitas.
• Tipe Hubungan
Kategori hubungan antar entitas (satu-ke-satu, satu-ke-banyak, banyak-ke-banyak).
2.5.3. Entitas
• Yang merupakan Entitas
– Suatu objek yang memiliki beberapa instan di database.
– Suatu objek yang memiliki beberapa atribut.
– Yang menjadi Objek pemodelan.
• Yang bukan Entitas
– Pengguna database tersebut (End User).
– Output dari sistem database (misalnya laporan).
2.5.4. Atribut
• Merupakan ciri atau karakteristik suatu tipe entitas.
• Klasifikasi Atribut
– Atribut Sederhana dan Komposit.
– Atribut Bernilai Tunggal dan Bernilai Banyak.
– Atribut Tersimpan / Tercatat dan Derivat.
– Atribut Identitas / Pengenal.
1. Atribut Identitas (Key)
• Merupakan atribut (atau sekumpulan atribut) yang secara unik mengidentifikasi masing-masing instan dari suatu tipe entitas.
• Macamnya : Key Sederhana dan Key Komposit
• Kandidat Key
Atribut yang dapat dijadikan sebagai Key, yaitu memenuhi persyaratan untuk menjadi Key Identitas.
Karakteristik Key Identitas :
• Nilainya tidak akan berubah.
• Tidak bernilai Null (Kosong).
• Nilai bersifat unik.
2.5.5. Hubungan
• Tipe Hubungan
Digambarkan sebagai belah ketupat dengan garis yang menghubungkan tipe – tipe entitas.
• Instan Hubungan
Menghubungkan instan – instan entitas spesifik.
• Dua entitas dapat memiliki lebih dari satu tipe hubungan antar mereka (Hubungan Majemuk).
• Ada juga Entitas Asosiatif, yaitu gabungan antara hubungan dan entitas.
Hubungan dengan Atribut :
Mendeskripsikan hal – hal yang berkenaan dengan asosiasi antar entitas dalam hubungan tersebut.
Derajat Hubungan :
Derajat suatu Hubungan adalah jumlah tipe entitas yang terlibat di dalamnya, macamnya :
• Hubungan Unary
• Hubungan Binary
• Hubungan Ternary
Kardinalitas Hubungan :
• Satu-ke-Satu
Setiap entitas dalam hubungan memiliki satu dan hanya satu entitas pasangan.
• Satu-ke-Banyak
Satu entitas di satu pihak dalam suatu hubungan dapat memiliki beberapa pasangan di pihak lawannya, tetapi entitas di pihak lawannya hanya boleh memiliki maksimum satu pasangan.
• Banyak-ke-Banyak
Entitas – entitas di masing – masing sisi dari hubungan dapat memiliki beberapa pasangan di sisi yang lain.
Konstrain Kardinalitas :
• Merupakan batasan jumlah instan dari satu entitas yang dapat atau harus berasosiasi dengan setiap instan dari entitas yang lain.
• Kardinalitas Minimum
– Jika Nol, berarti Optional (Tidak Wajib)
– Jika Satu atau lebih, berarti Wajib
• Kardinalitas Maksimum
– Jumlah maksimum
2.5.6. Entitas Kuat dan Lemah
• Entitas Kuat
– Eksistensinya tidak tergantung pada entitas – entitas lain.
– Memiliki atribut identitas (bernilai unik) sendiri.
– Digambarkan sebagai kotak bergaris tunggal.
• Entitas Lemah
– Eksistensinya tergantung dari suatu entitas kuat.
– Tidak memiliki atribut identitas (yang bernilai unik).
– Digambarkan sebagai kotak bergaris ganda.
Hubungan Identifikasi :
• Menghubungkan entitas – entitas kuat dengan lemah.
• Digambarkan dengan belah ketupat bergaris ganda.
Entitas Asosiatif :
• Merupakan suatu Entitas yang memiliki atribut – atribut
• Juga merupakan suatu Hubungan yang menghubungkan dua entitas.
Karakteristik Entitas Asosiatif :
• Entitas Asosiatif dapat memiliki makna baru yang tidak tergantung pada entitas – entitas yang berhubungan dengannya.
• Entitas Asosiatif sebaiknya memiliki atribut pengenal unik, di samping atribut – atribut yang lain.
• Hubungan Banyak-ke-Banyak sebaiknya dikonversi menjadi Entitas Asosiatif.
• Hubungan Ternary sebaiknya dikonversi menjadi Entitas Asosiatif.
Contoh Entitas Asosiatif :
Sertifikat dan Struktur Bill of Material.
Saat ini beberapa vendor basis data telah menciptakan teknologi basis data terdistribusi yang telah
beredar di pasaran software, di antaranya:
a. Microsoft dengan SQL Server, yang hanya dapat dijalankan pada sistem
operasi berbasis Windows.
b. Oracle Server, yang dapat dijalankan pada sistem operasi Windows, LINUX
dan UNIX.
c. IBM DB2, yang dapat dijalankan pada sistem operasi Windows, LINUX,
UNIX dan OS/2.
d. Sybase Adaptive Server, yang dapat dijalankan pada operasi Windows,
LINUX dan UNIX.
Dengan banyaknya produk basis data maka diperlukan suatu penelitian
dan perbandingan teknologi antar produk tersebut sesuai dengan kebutuhan
perusahaan.
2.6. TEKNOLOGI JARINGAN DAN TELEKOMUNIKASI
2.6.1. LAN ( Local Area Network )
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data komputer di internet. Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer PC dengan sistem operasi Windows dapat berkomunikasi dengan komputer Macintosh atau dengan Sun SPARC yang menjalankan solaris. Jadi, jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di belahan dunia mana pun yang juga terhubung ke internet.Ciri-ciri jaringan komputer:
1. Berbagi perangkat keras (hardware).
2. Berbagi perangkat lunak (software).
3. Berbagi saluran komunikasi (internet).
4. Berbagi data dengan mudah.
5. Memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation.
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan Software, yaitu:
1. Komponen Fisik
Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan.
2. Komponen Software
Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.
2.6.2. Perkembangan Internet
Internet saat ini benar-benar telah merubah cara pandang dan hidup manusia, dari hanya melakukan kirim surat, membaca surat, mendownload dan upload file ke web, sampai dengan melakukan transaksi perbankan yang saat ini bisa dilakukan dengan ”one click”. Belum lagi dengan perkembangan koneksi Broadband Internet yang cepat yang semakin mendukung content-content web 2.0 dan content yang ”honger” dengan bandwidth seperti Video/Radio Streaming, Telecomutters, dan lain-lain.
Internet adalah sebuah jaringan yang sangat besar yang mengkonesikan computer dan server diseluruh dunia dalam satu jaringan yang terpusat. Dengan Internet kita dapat mengakses data dan informasi kapan saja dan dimana saja. Dengan internet dapat membuat bias jarak, ruang dan waktu yang merupakan suatu jaringan komunikasi tanpa batas yang melibatkan jutaan komputer yang tersebar diseluruh dunia.
2.6.3. Penggunaan Internet
Ada beberapa alasan mengapa Internet sangat cepat perkembangannya yang melebihi perkembangan teknologi lainnya seperti perkembangan radio, tv, dan Handphone, yaitu:
1. Tidak tergantung pada suatu teknologi dan bersifat cross platform,
2. Biaya yang dibutuhkan relatif murah,
3. Teknologi Protocol yang semakin berkembang,
4. Aplikasi / content yang semakin beragam,
5. Mengakses informasi dapat kapan saja dan dimana saja,
Ada banyak sumber daya di intenet, kalau kita bicara Internet ada banyak sekali sumber daya yang dapat dimanfaatkan di Internet baik berupa content, aplikasi atau suatu system, diantaranya adalah E-Mail, newgroups, chating, phone call, Internet telephony (VOIP), real player streaming, internet radio broadcasting, streaming video, video conferencing, dsb.
2.6.4. Wi-Fi HotSpot
HotSpot bukan kata yang ”ditakuti” pada saat kemarau tiba di Indonesia, karena menghasilkan asap yang terekspor ke negara tetangga, tetepi HotSpot Kata kuncinya adalah Mobile Communications, dimana saat ini dikenal era Broadband Connections, adalah sebuah koneksi yang mencapai 384 kbps sampai dengan 1,5 Mbps yang tidak lagi harus menunggu lama dengan koneksi seperti dial-up terdahulu, dan kecenderungan para pengguna yang ingin mengakses dari mana saja dan kapan saja informasi dan data baik yang bekerja dari rumah (telecommuters) atau para pekerja dari luar kantornya
misalnya di cafe-cafe atau di jaringan publik lainnya.
Saat ini banyak sekali dijumpai dipasaran perangkat-perangkat yang telah mendukung komunikasi secara wireless atau nirkabel atau sering disebut Wireless Fidelity (Wi-Fi) adalah standar yang dibuat oleh sebuah konsorsium perusahaan-perusahaan produsen peranti LAN dan W-LAN, Wireless Ethernet Communications Alliance untuk mempromosikan kompatibilitas perangkat 802.11. Ditambah dengan perkembangan dari perangkat Wi-Fi (notebook, PC) dan gadget (ex : PDA, Smart Phone, etc.) yang saat ini menjadi keharusan setiap vendor perangkat tersebut untuk mengintegratedkan
Wi-Fi enabled didalamnya.
HotSpot adalah definisi untuk daerah yang dilayani dengan coverage area tertentu oleh satu layanan akses yang biasa disebut Access Point (AP) Wireless LAN yang menggunakan suatu standar 802.11 a/b/g, dimana pengguna dapat masuk ke dalam Access Point secara bebas dan mobile menggunakan perangkat sejenis notebook, PDA atau lainnya. Koneksi bisa berupa koneksi ke internet, ke server, sharing file, sharing perangkat dan sebagainya seperti layaknya menggunakan media kabel. Perangkat AP ini biasa yang dijual dipasaran berupa ”Box” seperti produk dari Linksys, D-Link, Senao, Netgear, Compex, dan lain-lain. Perangkat inilah yang berfungsi untukreceive dan trasmit dalam coverage area dalam lokasi tertentu.
2.6.5. Kelebihan Wi-Fi HotSpot
Ada beberapa kelebihan mengapa teknologi ini menjadi trend diantaranya ;
– Banyaknya disediakannya koneksi di tempat umum, seperti café, lobi hotel,
restoran, executive lounge bandara dll.
– User bisa bekerja secara mobile tanpa harus mencari plug koneksi
– Membuang kerumitan kabel dan membuat perusahaan bisa konsentrasi ke busines
processnya
– Transfer data bisa mencapai 11 mbps dengan troughput yang besar dan tergantung
standart yang digunakan
– Kompabilitas dengan banyak devices yang sudah terdapat Wi-Fi enabled
– Trend dan branding
2.6.6. Jaringan untuk Perusahaan/Organisasi
Dalam membangun jaringan komputer di perusahaan/ organisasi, ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dalam hal-hal resource sharing, reliabilitas tinggi, lebih ekonomis, skalabilitas, dan media komunikasi.
Resource sharing bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan tanpa terpengaruh oleh lokasi resource dan pemakai. jadi source sharing adalah suatu usaha untuk menghilangkan kendala jarak.
Saving Money/ lebih ekonomis (Penghematan uang/anggaran): Perangkat dan data yang dapat dishare akan membuat penghematan anggaran yang cukup besar, karena tidak perlu membeli perangkat baru untuk dipasang ditiap-tiap unit komputer.
Reliabilitas tinggi yaitu adanya sumber-sumber alternatif pengganti jika terjadi masalah pada salah satu perangkat dalam jaringan, artinya karena perangkat yang digunakan lebih dari satu jika salah satu perangkat mengalami masalah, maka perangkat yang lain dapat menggantikannya.
Skalabilitas yaitu kemampuan untuk meningkatkan kinerja sistem secara berangsur-angsur sesuai dengan beban pekerjaan dengan hanya menambahkan sejumlah prosesor. Pada komputer mainframe yang tersentralisasi, jika sistem sudah jenuh, maka komputer harus diganti dengan komputer yang mempunyai kemampuan lebih besar. Hal ini membutuhkan biaya yang sangat besar dan dapat menyebabkan gangguan terhadap kontinyuitas kerja para pemakai.
Sebagai media komunikasi yang baik bagi para pegawai yang terpisah jauh. Dengan menggunakan jaringan, dua orang atau lebih yang tinggal berjauhan akan lebih mudah bekerja sama dalam menyusun laporan.
2.6.7. Jaringan untuk Umum
Apa yang telah diulas di atas bahwa minat untuk membangun jaringan komputer semata-mata hanya didasarkan pada alasan ekonomi dan teknologi saja. Bila komputer mainframe yang besar dan baik dapat diperoleh dengan harga murah, maka akan banyak perusahaan/organisasi yang menggunakannya.
Jaringan komputer akan memberikan layanan yang berbeda kepada perorangan di rumah-rumah dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan seperti apa yang telah diulas di atas. Terdapat tiga hal pokok yang mejadi daya tarik jaringan komputer pada perorangan yaitu:
1. Access ke informasi yang berada di tempat lain (seperti akses berita terkini, info e-goverment, e-commerce atau e-business, semuanya up to date).
2. Komunikasi person to person (seperti e-mail, chatting, video conferene dll).
3. Hiburan interaktif (seperti nonton acara tv on-line, radio streaming, download film atau lagu, dll).
2.6.8. Karakteristik LAN, WAN, dan MAN
a. Karakteristik LAN :
• Ruang lingkup geografis terbatas (sampai 10 km).
• Transfer data kecepatan tinggi, bergantung pada jenis komponen yang digunakan, berkisar 10 Megabyte per detik sampai dengan 1 Gigabyte per detik.
• Koneksi terus-menerus ke servis local
• Umumnya lebih murah dari jaringan WAN
• Kable adalah media transmisi utama.
• Berlokasi pada satu gedung ataupun satu departemen.
• Kepemilikan dan pengoperasian oleh perusahaan yang bersangkutan.
• Tidak menggunakan fasilitas perusahaan telekomunikasi umum atau Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi
• Terdiri atas beragam komputer dan periferal pendukung.
• Dikendalikan/dilayani oleh suatu komputer pusat yang di sebut Server.
b. Karakteristik WAN :
• Terhubung ke peralatan yang tersebar ke area geografik yang luas
• Menggunakan jalur layanan umum, misalnya perusahaan telekomunikasi. PT. Telkom, PT. Indosat, PT. Excelcomindo dan lain-lain untuk membentuk jaringan di dalan area geografik tersebut.
• Menggunakan koneksi serial untuk akses bandwidth di seluruh area geografik tersebut.
• Menghubungkan peralatan pada tempat yang berjauhan (area luas)
• Menggunakan layanan dengan menyewa, seperti: RBOCs (Perusahan opeasi regional Bell – Regional Bell Operating Company’s), Sprint, MCI, and VPM Internet Services, Inc. untuk membangun koneksi antar situs
• Menggunakan koneksi serial dari berbagai jenis untuk mengakses pita lebar dalam lokasi yang berjauhan (luas).
• Bekerja pada layer fisik dan layer datalink dari OSI model
• Melakukan pertukaran paket data dan frames antara ruter dan switch dan LAN yang telah dibangun.

c. Karakteristik MAN :
• Jaringan yang menghubungkan LAN-LAN yang berada dalam satu kota.
• Hubungan antar LAN menggunakan jaringan telepon lokal.
• Bersifat individual user
• Protokol yang digunakan: X.25, Frame Relay, Asynchronous Transfer Mode (ATM), ISDN (Integrated Services Digital Network), Dedicated T¬1/Fractional T¬1, ADSL (Asymmetrical Digital Subscriber Line), XDSL
• Hubungan antar lokal area network di suatu kota atau melalui suatu kampus.
• MAN Bisa disebut juga sebagai extention dari LANs
• Umumnya digunakan untuk mengirim trafic pembicaraan dan data
• Terdapat dua standard Yaitu FDDI II ( Fibre Distribution Data Interface) dan IEEE 802.6 ( Institution of Electrical and Electronic Engineers, USA)
Kecepatan bisa 100 MBps dan 150 MBps.
Dalam sistem komunikasi data dikenal beberapa macam perangkat keras :
a. Terminal
Merupakan alat yang melayani proses I/O, jadi merupakan penghubung antara manusia dengan mesin. Pemilihan terminal ditentukan oeh kebutuhan pada saat ini dan melihat perkembangan di masa datang.
b. Komputer
Komputer atau prosesor yang dibutuhkan untuk sistem komunikasi data aak berbeda dengan prosesor untuk pengolah data. Banyak komputer dapat melayani kegiatan komunikasi data, asal saja perangkat keras dapat mengambil alih tugas yang kurang dapat dikerjakan secara efisien oleh prosesor tsb. Kebutuhan utama prosesor pada komunikasi data ialah mengolah data yang datang secara cepat dalam sistem real-time.
c. Transmission Lines
Supaya data dapat diterima oleh penerima diperlukan suatu media untuk membawa data tersebut. Medium tersebut dinamakan Saluran Transmisi (transmission lines).
Pada dasarnya sistem transmisi dapat membawa data secara listrik atau elektro optik dan melalui satu kanal telekomunikasi. Kanal telekomunikasi merupakan saluran yang dipergunakan untuk membawa data dari sumber ke penerima.
d. Modem
Singkatan dari Modulator – DEModulator, sesuai dengan fungsinya yaitu melakukan modulasi (merubah pulsa biner menjadi sinyal analog) dan demodulasi. Dalam komunikasi data selalu diperlukan sepasang modem yang masing-masing dipasang di pemancar dan penerima.
e. Multiplexer
Penggabungan 2 sinyal atau lebih untuk disalurkan ke satu saluran komunikasi, sehingga terjadi efisiensi penggunaan saluran komunikasi.
f. Concentrator
Merupakan antar muka sejumlah terminal dengan saluran ke komputer pusat. Digunakan sebagai pengganti ataupun bersama-sama dengan multiplexer. Data yang diterima dikumpulkan dalam jumlah tertentu, baru kemudian disalurkan secara bersamaan ke tujuan. Sehingga Concentrator dapat membebaskan saluran komunikasi dari lalu lintas yag tidak bermanfaat, dan membebaskan komputer dari semua kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran berita tanpa salah (error free messages).

BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
Operating System atau OS) adalah suatu software sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen hardware serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:
1. Mekanisme Boot
2. Kernel
3. Command Interpreter atau shell
4. Pustaka-pustaka
5.Driver
Aplikasi dan Software Untuk Computer yang Terhubung Internet:
1. Internet browser
2. Plugins, players and runtime environments
3. Downloader
4. File Archivers
5. Sistem Tweak and Optimasi Peralatan
6. Security/ anti virus
Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung.
Ciri-ciri jaringan komputer:
1. Berbagi perangkat keras (hardware).
2. Berbagi perangkat lunak (software).
3. Berbagi saluran komunikasi (internet).
4. Berbagi data dengan mudah.
5. Memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.

3.2. SARAN
Agar tidak tertinggal dengan trend perkembangan teknologi hardware dan software maka kita harus selalu mencari informasi mengenai perkembangan teknologi hardware dan software yang telah berkembang sedemikian pesatnya.Internet haruslah kita manfaatkan sebaik mungkin untuk hal-hal yang memang berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.lapanrs.com/IGORS/
http://www.igos.web.id/link
http://scriptintermedia.com/view.php?id=765&jenis=ITNews
http://ilkom.unsri.ac.id/dfiles/materi/internet/hotspot_STV.pdf.
http://wa1.web.id/?q=node/6
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi
http://digilib.petra.ac.id/jiunkpe/s1/elkt/2004/jiunkpe-ns-s1-2004-23400099-4758-kontrol-appendices.pdf.
http://www.mikroskil.ac.id/~poiwong/Basdat/Sesi_2_Pemodelan_Data.ppt
http://www.d60pc.com/2008/11/10/aplikasi-dan-software-untuk-computer-yang-terhubung-internet
http://digilib.petra.ac.id/jiunkpe/s1/info/2003/jiunkpe-ns-s1-2003-26499011-1530-aplikasi%20penjualan-chapter1.pdf.

Add a comment Juni 6, 2009

Laman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

Desember 2016
S S R K J S M
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts